38 Komentar

Puisi-puisi Wiji Thukul

Puisi-puisi Wiji Thukul


Wiji Thukul, yang bernama asli Wiji Widodo, seorang penyair kerakyatan dari Solo. Ia adalah salah satu dari 13 korban penculikan yang terjadi pada periode 1996-1998, yang hingga kini tidak diketahui kepastian keberadaannya.

Puisi-puisi Wiji Tukhul sangat melekat terutama di kalangan aktivis gerakan pro-demokrasi yang senantiasa digemakan dalam berbagai aksi untuk membangun semangat,

Puisi-puisi Wiji Thukul yang semula terhimpun dalam lima kumpulan buku puisi, kini telah disatukan ke dalam buku: Aku Ingin Jadi Peluru.Buku ini diterbitkan oleh Penerbit TERA, Magelang. Buku ini berisi 136 puisi yang dibagi atas lima buku atau lima kumpulan puisi. Buku 1: Lingkungan Kita Si Mulut Besar berisi 46 puisi.. Buku 2: Ketika Rakyat Pergi berisi 17 puisi. Buku 3: Darman dan Lain-lain berisi 16 puisi. Buku 4: Puisi Pelo berisi 29 puisi. Dan Buku 5: Baju Loak Sobek Pundaknya berisi 28 puisi. Dalam catatan penerbit, Buku 5 merupakan kumpulan sajak-sajak yang ditulis Wiji Thukul ketika ia berada di masa pelarian.

Yayak Iskra, seorang aktivis yang banyak membuat lagu anak/rakyat merdeka dan dikenal pula dengan gambar-gambarnya, membuat seri gambar berisi puisi-puisi untuk mengenang Wiji Thukul. Sebagian  ditampilkan dalam Kumpulan Fiksi.

Tulisan tentang selintas sosok Wiji Thukul juga ada yang terposting di blok kumpulan fiksi ini, yaitu “Hanya Ada Satu Kata: Lawan” yang bisa dilihat di SINI

(Admin)


___

PERINGATAN

Jika rakyat pergi
Ketika penguasa pidato
Kita harus hati-hati
Barangkali mereka putus asa

Kalau rakyat bersembunyi
Dan berbisik-bisik
Ketika membicarakan masalahnya sendiri
Penguasa harus waspada dan belajar mendengar

Bila rakyat berani mengeluh
Itu artinya sudah gawat
Dan bila omongan penguasa
Tidak boleh dibantah
Kebenaran pasti terancam

Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
Dituduh subversif dan mengganggu keamanan
Maka hanya ada satu kata: lawan!
.

(Wiji Thukul, 1986)

___

SAJAK SUARA

sesungguhnya suara itu tak bisa diredam
mulut bisa dibungkam
namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang
dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku
suara-suara itu tak bisa dipenjarakan
di sana bersemayam kemerdekaan
apabila engkau memaksa diamaku
siapkan untukmu: pemberontakan!

sesungguhnya suara itu bukan perampok
yang ingin merayah hartamu
ia ingin bicara
mengapa kau kokang senjata
dan gemetar ketika suara-suara itu
menuntut keadilan?
sesungguhnya suara itu akan menjadi kata
ialah yang mengajari aku bertanya
dan pada akhirnya tidak bisa tidak
engkau harus menjawabnya
apabila engkau tetap bertahan
aku akan memburumu seperti kutukan

___

___

BUNGA DAN TEMBOK

Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang tak
Kau hendaki tumbuh
Engkau lebih suka membangun
Rumah dan merampas tanah

Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang tak
Kau kehendaki adanya
Engkau lebih suka membangun
Jalan raya dan pagar besi

Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang
Dirontokkan di bumi kami sendiri

Jika kami bunga
Engkau adalah tembok itu
Tapi di tubuh tembok itu
Telah kami sebar biji-biji
Suatu saat kami akan tumbuh bersama
Dengan keyakinan: engkau harus hancur!

Dalam keyakinan kami
Di manapun – tirani harus tumbang!

___

___
TENTANG SEBUAH GERAKAN
.
Tadinya aku pingin bilang
aku butuh rumah
tapi lantas kuganti
dengan kalimat
SETIAP ORANG BUTUH TANAH
ingat: Setiap orang
.
aku berpikir
tentang sebuah gerakan
tapi mana mungkin
aku nuntut sendirian
.
aku bukan orang suci
yang bisa hidup dari sekepal nasi
dan air sekendi
aku butuh celana dan baju
untuk menutup kemaluanku
.
aku berpikir
tentang sebuah gerakan
tapi mana mungkin
kalau diam
___

NYANYIAN AKAR RUMPUT
jalan raya dilebarkan
kami terusir
mendirikan kampung
digusur
kami pindah-pindah
menempel di tembok-tembok
dicabut
terbuang

kami rumput
butuh tanah
dengar!
Ayo gabung ke kami
Biar jadi mimpi buruk presiden!

___

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

38 comments on “Puisi-puisi Wiji Thukul

  1. ah…suka sekali…kuat sekali aroma pemberontakannya….selamat jalan bung…dimanapun kau berada..!

  2. terima kasih bung, api perjuanganmu menjadi motivasi bg jalan hidupka… selamat jalan kawan disisih Tuhan adalah tempatmu…

  3. thanks gan
    aku blogger newbie mhn bantuannya buat senior
    new-article-artikel.blogspot.com

  4. [...] Kumpulan Puisi telah memuat puisi-puisi Wiji Thukul dalam gambar Yayak Iskra (lihat di SINI). Berikut ditampilkan lagi dua puisi dalam gambar. Ini merupakan sebagian dari seri gambar Thukul [...]

  5. HANYA SATU KATA LAWAN !!!!!!

  6. sajak yang mampu bembakar semangatku…

  7. berilah kami waktu untuk meneruskan perjuanganmu kawan..

  8. Jika rakyat pergi
    Ketika penguasa pidato
    Kita harus hati-hati
    Barangkali mereka putus asa

  9. kASIHAN PADA KELUARGANYA ( ANAK DAN ISTRINYA ) , HABIS MANIS SEPAH DIBU -

    ANG ” Ikut berduka yang se – dalam2nya atas tragedi kemanusia’an ini pada beliau -

    nya – semoga mendapatkan tempat disisinya ….amien yaa robbal alamien ” ………..

    ira maya ( SOPHISTICATED ).

  10. sangat tajam!!!
    Selamat Jalan Bung!! puisi-puisi mu tetap membara disetiap gerakan aksi massa!!

  11. Wiji Thukul itu orang jenius!

  12. DImanapun kau berada bung,kami tetap lanjutkan perjuanganmu dan tetap membangkang! bagai pengedar ganja,kami takkan lama berada di lapas.kami bangkit berlipat ganda dengan stragedi yg jauh lebih cadas!

  13. puisi yang sangat menggugah dan sangat berani untuk masa Orba =)))
    ah…Pak Thukul, di mana dirimu?

  14. Semoga Spora Semangatmu,
    Wiji Pergerakanmu,
    Terbang, hinggap dan mengakar
    di jutaan hati Taruna-taruna Nusantara
    yang akan bergerak dan mewujudkan
    Mimpimu, Mimpi kita semua.

  15. hidup tak akan bersandiwara, pergerakan juga tak akan bersandiwara. satu didepan kita akan kita lawan begitu sebaliknya sejutapun kita akan lawan jika itu merugikan rakyat*

  16. Ragamu mungkin lebih awal meninggalkan kami. tapi suara hatimu dan jiwamu masih setia akan melekat dalam jiwa pemudah yang senantiasa mengobarkan semangat juang demi kehidupan semesta yang sejahtera dan abadi. suaramu hartimu akan setia kami tanamkan.

  17. hanya SATU kata…..
    LAWAN…..!!!!!!!!
    dan kami siap lanjutkan PERJUANGAN…!!!!

  18. kata 2 nya penuh semangat perjuangan dan pemberontakan..memotivasi tuk perjuangan Kami kaum buruh…

  19. kamilah penerus anda wahai pahlawan ! Dan kamilah yang tercipta hanya untuk menundukan kaum kapitalis !

    jangan bersedih hati kawan .perjuangan kami sampai letih,sampai kami mati pun kami akan tetap memperjuangkan ketegakan keadilan kesejahteraan rakyat di bumi pertiwi.

  20. Terima kasih telah ikut membaca kembali karya2 wiji.

  21. Bergetar setiap orang yang membaca karyamu bapak…
    suara lantangmu di mimbar sana akan kami teruskan demi terwujud’a keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat…

  22. Kritis, cadas, tajam, tapi memang nyata.. Keren :)

  23. R E B E L L I O N \m/

  24. meskipun gw bukan penyuka puisi dan syair, tapi setelah gw baca artikel n puisi ini menyentuh juga…dan sadar bagaimana kerasnya kehidupan lampau dan perjuangan pahlawan2 dahulu…
    uplose for wiji thukul

  25. Bau palu aritnya sangat menyengat

  26. hanya satu kata…inspiratif

  27. Puisi yang luarrr biasaaa….

  28. pantas para jenderal bebal itu takut pada puisi-puisimu… damailah bersama Tuhan, di mana pun engkau berada Bro…

  29. Puisi favoritku adalah ‘Para Jendral Marah-Marah’ yang baru-baru in dicetak ulang oleh majalah Tempo. Puisi yang luar biasa dimana kita juga dapat terbayang kelamnya masa orde baru…

  30. terima kasih sangat karena sangat membantu

  31. merdeka kakanda….merdeka tanpa batas”

  32. Engakau Sang PELURU Sejati ..

  33. W angi perjuanganmu masih tercium hingga saat ini
    I ngin rasanya kudengar kembali puisi pemberontakan mu
    J angan takut : LAWAN kata yang selalu kami ingat
    I katan semangat hati ini tak lepas dari perjuanganmu

    T inggalkan kami sebuah biji keberanian
    H anya jiwa-jiwa merdeka keinginanmu
    U ntukmu sang Peluru
    K ami para buruh ada di sisimu
    U ntukmu sang pemberontak
    L AWAN – lawan – lawan

  34. cadas itu keras kalee..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: