4 Komentar

Puisi Agus Wepe: Pantat dan Celana

 

PANTAT DAN CELANA 

sebuah surat buat sobatku

Puisi Agus Wepe

Tho, sumpah aku tak punya duit kali ini
demi trinitrotoluene kecilkecil ini, suatu hari
nanti akan meletup dan memburaikan
paruku, perutku, isikepalaku, semua yang
bisa kausebut satusatu melainkan satu
yang ini, yang bisa kuajak berkontemplasi
dengan rasa dan nalar tak bakal mampu
dimakan angin tahun yang cuma dapat
lewat mengucapkan salam perpisah
dan namanya masih tertulis, mengerak
seperti gading yang mencari retak dan berharap
dapat menambalnya lagi kala nanti dia—
si angin tahun itu—lalu dan membawanya,
si belahan diriku itu, dalam dunia tanpa ingatan;

Tho, betul aku tak punya duit kali ini
dan engkau, sobat yang mampu memberi
nama bagi perkawanan kita, kau beri nama ia:
pantat dan celana, kau dan aku, seorang sobat dan
sobat baiknya yang saling membagi rokok
pertanda persamaan nasib yang klise, katakan
sobatku, kita memang tak punya duit kali ini
buat merayakan berhembusnya angin keparat itu
ketika ia berlalu dalam suatu hirukpikuk suksesi
menyambut angin yang baru, yang akan datang
dengan kacaubalau yang lebih mewarnainya—
dunia hitamputih kita—dunia kita yang naif
seperti kala kita bersama berbagi kerinduan akan
gadis-gadis kita, dan sebuah dunia tanpa ingatan;

Mari bersulang sepi: Selamat Akhir Tahun, sobat.

23.42

Wonosobo, 31122010 

____________________________

Agus Wepe, kelahiran Wonosobo, 17 Agustus 1990. Pernah kuliah di Fakultas Ilmu Budaya jurusan Sastra Inggris di UGm namun tidak selesai, kini melanjutkan studi yang sama di Universitas Sain Alqur’an (UNSIQ Wonosobo). Ia dapat dihubungi melalui email ke: wepe.toer@gmail.com

Tentang Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

4 comments on “Puisi Agus Wepe: Pantat dan Celana

  1. yuhui pantate sopo?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: