Puisi

Puisi Dwi Ningwang Agustin: Jelaga

Puisi Dwi Ningwang Agustin: Jelaga

JELAGA Puisi Dwi Ningwang Agustin Entah sudah berapa petang tak lagi kauseduh parasku Bukan tanpa asa, bukan… Lebih karena tlah kucadari tatapku dengan arogansi Tak kuijinkan kau reguk lagi meski sekali tuang Tak kurelakan lagi meski aku jalang dan kau belang Kusudahi noda begitu kau mati nyali Hei, kau… ya.. kau mati nyali!!! Simpan saja […]

Puisi-puisi Armin Bell: Tiga Buah Rindu

Puisi-puisi Armin Bell: Tiga Buah Rindu

TIGA BUAH RINDU Puisi-puisi Armin Bell RINDU PERTAMA Karena alam bicara Demikian angin bisa terdengar Rindu yang kau bisikkan Sudah sampai Bagaimana bunga yang ada di kebun belakang rumahmu? Ku harap dia telah menari tarian terimakasihku hari ini RINDU KEDUA Dingin sekali hari ini hujan Baru ku tahu rindu bisa seperti ini Aku menggigil Ku […]

Puisi YR Landung Laksono Simatupang: Bukit Bulan

Puisi YR Landung Laksono Simatupang: Bukit Bulan

  BUKIT BULAN Puisi  YR Landung Laksono Simatupang Ia berjalan mendaki bukit. Daun-daun melambai tak dipandangnya. Orng-orang melambai tak dibalasnya. Para orangtua membisiki anak mereka, ia naik ke sana hendak menjemput ajalnya. Naga seribu cakar berkepala kerbau itu terlalu perkasa. Mustahil dikalahkan. Tapi setidaknya biarlah ia jadi lambang betapa keberanian kaum kita masih ada, kata […]

Puisi Sutirman Eka Ardhana: Sajak Pagi Hari

Puisi Sutirman Eka Ardhana: Sajak Pagi Hari

SAJAK PAGI HARI Puisi Sutirman Eka Ardhana Waktu pun telah kembali semula seperti kemarin, ketika burung-burung gereja di jendela bernaynyi menyambut pagi dan matahari yang mempersiang diri Ada suara kereta dari jauh yang melengking menyimak hening dan kembali kota jadi riuh’ dengan suara-suara saling beriring Duh, bunga-bunga di halaman telah berganti saling mekar dan mewangi […]

Puisi Sri Sulandari: Bisikan Kepada Kekasih

Puisi Sri Sulandari: Bisikan Kepada Kekasih

BISIKAN KEPADA KEKASIH Puisi Sri Sulandari Udara terhirup begitu kering mencekik Tiap tarikan nafas menorehkan rasa sakit Hingga di ujung nadi Baru kuhayati rasa makhluk yang tercekam sendirian Tersadar aku terlambung oleh kesombongan Merasa tegak dan ada yang membutuhkan Perlahan dan pasti Aku terbunuh sendiri oleh berbagai mimpi Maafkan, Aku tak pernah bisa berikan rasa […]

Puisi Zee Ohm: Rhythm Divine

RHYTHM DIVINE  Puisi Zee Ohm alang alang di sana sini membayang bayangi wira wiri kupu kupu pontang panting mengepak ngepakan sayap sayapnya bolak balik berputar putar  mencoba dan mencoba dengan hati hati terbang dan terbang lagi jatuh terus jatuh wajah wajah lesu semakin lesu terbayang bayangi alang alang ilalang ilalang berteriak teriak bertepuk tepuk untuk […]

Puisi Restoe Prawironegoro Ibrahim: Kepalsuan hidup

Puisi Restoe Prawironegoro Ibrahim: Kepalsuan hidup

KEPALSUAN HIDUP Puisi Restoe Prawironegoro Ibrahim  tengah damainya hatiku walau berperang menentang untuk penghidupan masih sempat, kunikmati, kusaksikan, gejolak-gejolak kepalsuan-kepalsuan hidup mereka di tengah kewibawaan kebahagiaan ketentramannya dan sebagainya kecemasan menyentuh jiwa mereka dengan terbacanya hasil komputer yang merinci, tentang penghidupan kedudukan kebahagiaan keberuntungan keruntuhan dan kematiannya  Harlan City, 05 Mei 2013

Puisi Okti Muktini Ali: Petani Merbabu

Puisi Okti Muktini Ali: Petani Merbabu

PETANI MERBABU Puisi Okti Muktini Ali Sebagai petani di lereng Merbabu Indah alam pemandangan Dan sejuk segar hawa pegunungan Tak buat kami begitu saja jadi senang Tanah yang kami tanami kian hari kian berkurang Anak cucu terus berkembang Tanah adat dipatok negara Untuk  kebutuhan perusahaan hutannya Meski di gunung, air sulit kami dapat Pinus rakus […]

Puisi Kiswondo: Song For Mr. Keynes

SONG FOR MR. KEYNES Puisi Kiswondo Mimpi busuk ini cukuplah. Menjadi kerak di ulu jantung kami. Atau menjadi monster seram, yang dengan taring-taringnya menyayat-nyayat hati kami. Takkan kami biarkan lebih dari itu. Karena sudah terlampau berat bagi kami untuk menyusuri kota yang telah kau bakar, serta telah kau rampasi harapan hidup warganya, kau runtuhkan monumen […]

Puisi Simon Hate: Merasuk Impian

Puisi Simon Hate: Merasuk Impian

MERASUK IMPIAN Puisi Simon Hate “Inilah nanti!” Tapi tak ada yang mau terima. Malah menggubah lagu menari dan puas dengan bayang-bayang, kerna merasa takkan berjumpa. Kesanalah kita selamanya bersembunyi menyumbu-Nya dalam nyanyi. Kalau cemas:”Enyah!” (Persetan dengan kemungkinan) Dalam letih siapa saja boleh datang, meremuk.

Puisi Farida Mahri: Manusia Langka

Puisi Farida Mahri: Manusia Langka

MANUSIA LANGKA Puisi Farida Mahri Kemarin aku bertemu Dengan manusia Aku bertanya, siapa kamu Aku manusia, apakah kamu tidak tahu Sungguh sempit pengetahuan mu Lihatlah tanda di dahi ku ini Tanda menghitam Tanda pengenal manusia yang sebenarnya Mana tanda hitam mu Kau tidak punya tanda itu Berarti kau bukan manusia Manusia selalu tunduk pada Tuhannya […]

Puisi idrus Mustofa: Mari (2)

Puisi idrus Mustofa: Mari (2)

MARI (2) Puisi idrus Mustofa kubaca semesta melalui benih yang kau tabur pada ladang harfimu. Sejenak aku tertegun dan terpesona. dan bertanya pada nuraniku, “benarkah ini ladang yang kita garap sejak adam dan hawa berkelana di permukaan bumi?” kau diam, tak menjawab hampir-hampir aku tak beranjak dari ketertegunanku. hingga suaramu membangunkanku; “nak, benih ini akan […]

Puisi Mutia Sukma: Firman

Puisi Mutia Sukma: Firman

FIRMAN Puisi Mutia Sukma  percayalah pada musim hujan sekalipun petir yang menyambar itu hanya sebentar hanya ingin kalian istirah sebentar dan membiarkan segala pujian atau kutukan sekalipun keluar sebab dalam waktu yang cepat akan terlihat siapa yang begitu dekat percayalah pada musim hujan bagi yang siap atau tak siap menghadapinya saat punggung kotor terkena kubangan […]

Puisi Rahab Ganendra: Negeri Hitam

Puisi Rahab Ganendra: Negeri Hitam

NEGERI HITAM Puisi Rahab Ganendra Hah! berantakan kepala mana tahan dahi mengernyit pikiran setan mata nanar jari hitam gerayangi perawan telinga pedas berdenging serapah elit politikus karbitan hidung mengendus kebusukan konspirasi proyek korup mata duitan Suara parau … bibir bergetar meracau mulut manis merayu amplop angpau lidah berdecap mengecap narkoba laknat sakau gigi gemeretak menggilas […]

Puisi Achmad Munjid: Angan-angan

Puisi Achmad Munjid: Angan-angan

ANGAN-ANGAN Puisi Achmad Munjid Sebagai anak yatim kadang aku berpikir bahwa kelak anak-anakku mungkin akan tumbuh sebagai yatim, sepertiku Sebelum saat itu mungkin akan tiba kubuatkan mereka sebuah rumah sederhana dengan jendela-jendela kaca yang tepat menghadap tanah makam Setiap pagi kami saksikan ribuan batu nisan berbaris rapi seperti usia dan peristiwa yang tak pernah bisa […]

Puisi Arifin Z: Bunga

Puisi Arifin Z: Bunga

BUNGA Puisi Arifin Z Kau meminta mengrimimu bunga Seperti cerita cinta sinetron di layar kaca Bhahahaha…aku tertawa saja Mana mungkin kukirim bunga untukmu dinda Aku ini bukan pedagang bunga Yang hanya berhitung rugi laba Tentang dagangan bunga itu sendiriTak juga akan kubelikan bunga di pinggir jalan itu Untukmu mana kumau bunga bercampur debu Sudah begitu […]

Puisi Kiswondo: Tangisan Tanah Rawan

TANGISAN TANAH RAWAN Puisi Kiswondo (untuk kecintaan pada bumi Indonesia dan degradasi ekologi akibat pembangunan) Pidie,aku mendengar jerit tangismu.memenuhi rongga dadaku. Mengalirkan air mata, penuh sekatan mengiris. Kau teriak serak ketika banjir menghajarmu habis. Pidie.Tuhan hujan ini, rahmat ataukah petaka bagi kami.anak-anak kami menangis sampai ke kerak mimpinya. Sawah tak panen kerna banjir. Mereka kelaparan. […]

Puisi Selsa Rengganis: Aku dan Kenangan

Puisi Selsa Rengganis: Aku dan Kenangan

AKU DAN KENANGAN Puisi Selsa Rengganis Meski kau telah membunuh kisah lalumu dengan belati kepedihan Lalu menguburnya sedalam lekukan bumi Kenangan itu akan selalu membayangimu manakala angin menyentuh kulitmu Meski kau telah menghapus coretan-coretan yang tertulis Dan hanya lembar putih yang tertinggal disana Kenangan itu melekat di jiwamu manakala aliran darah menuju jantungmu Meski kau […]

Puisi Sutirman Eka Ardhana: Duka Adalah yang Menyapaku Setiap Waktu

Puisi Sutirman Eka Ardhana: Duka Adalah yang Menyapaku Setiap Waktu

DUKA ADALAH YANG MENYAPAKU SETIAP WAKTU Puisi Sutirman Eka Ardhana Duka adalah yang menyapaku setiap pagi Bagai sahabat setia, mengucapkan salam Ketika waktu dan matahari Saling berpacu memburu hari Duka adalah yang menyapaku setiap malam Menganggukkn kepala dan tak mau pergi Sedangkan sepi dan kelam Semakin gila merasuk diri Duka adalah yang menyapaku setiap waktu […]

Puisi Restoe Prawironegoro Ibrahim: Satu Urat Waktu

Puisi Restoe Prawironegoro Ibrahim: Satu Urat Waktu

SATU URAT WAKTU Puisi Restoe Prawironegoro Ibrahim  Bulan pucat tenggelam ketika angin malam menyapaku warna hati t’lah memudar hanya suara jengkrik yang terdengar dan burung-burung malam kita bertanya membisu tiada yang bicara kutatap bulan semakin pucat seolah menjadi saksi malam itu kau ucapkan sepatah kata lalu kutatap langkahmu yang semakin menjauh goresan itu tak pernah […]

Puisi Kartika Alkhaytam: Lelaki Matahari

LELAKI MATAHARI Puisi Kartika Alkhaytam Lelaki matahari itu laksana malaikat tanpa sayap, agung nan bercahaya terpancar bijak wajahnya.. Lelaki matahari itu bagaikan seorang ayah yangg berpunggung hangat, lembut nan tulus kasihnya.. Lelaki matahari itu laksana sang khilafah, tegas nan santun akhlaknya.. Lelaki matahari itu bagai insyinyur di peradaban jaya, alim nan bijak peringainya.. Lelaki matahari […]

Puisi Disri Vibar: Membangun Penjara-penjara Baru

Puisi Disri Vibar: Membangun Penjara-penjara Baru

MEMBANGUN PENJARA-PENJARA BARU Puisi Disri Vibar Penggusuran berlangsung besar-besaran Kota-kota kini  menjadi sasaran Alih fungsi segenap lahan Mall-mall dibubarkan Hotel-hotel dibubarkan Apartemen-apartemen dibubarkan Semua berubah fungsi menjadi penjara Tidak ada demo yang memprotesnya Memang penjara di seluruh negeri Tidak lagi mencukupi Para tahanan kriminal sudah membludak Kini ditambah para pelaku KKN Berjuta jumlahnya, tak tertampung […]

Puisi Farida Mahri: Perempuan Biru

Puisi Farida Mahri: Perempuan Biru

PEREMPUAN BIRU Puisi Farida Mahri Sudah saatnya Biru tak lagi milik laki-laki Bukanlah layak ku kenakan warna biru ini Karena sejak mulanya warna-warna adalah sama Biru adalah laut Luas dan bebas Kau boleh menari dan menyanyi di atasnya Biru adalah langit Kau berhak bilang padanya Hai, langit turunkan hujan Agar kami tak kehausan Cirebon, 13 […]

Puisi Leea Laisa: Mungkin

MUNGKIN Puisi Leea Laisa Mungkin kau tak tau Apa arti rindu Mungkin juga kau tak tau Apa arti sayang Mungkn sendirimu yang membuatmu terdiam. Mungkn juga sibukmu yang membuat mu lengah Lengah akan rindumu Lengah akan kasihmu Atau Hatiku yang terlalu kehilangan Rinduku yang terlalu menyiksa Sendiriku yang  terlalu mencekam harapku yang terlalu menuntut Haii […]

Puisi Arya Ningtyaz: Doa Hening

DOA HENING Puisi Arya Ningtyaz Luruhkan segala peluh di tepian senja… Biarkan aku merasakan shiluetnya tanpa meluka… Ada rasa senyap melesap di antara savana yang mengawang pada tepian semesta nan sepi… kamukah itu…? Lelaki yang pernah kutunggu hingga lorong waktu menghampiri…. Pucuk dedaunan mulai basah, sepintas sunyi membawa resah, menyusuri labirin waktu… Lembut angin mengelus […]

Puisi Heri Latief: Kebudayaan Jadi-jadian

Puisi Heri Latief: Kebudayaan Jadi-jadian

KEBUDAYAAN JADI-JADIAN Puisi Heri Latief ini kisah negeri kapitalis pinggiran musiknya dangdut, dombret dan joged siapatau kau punya ilmu ngepret mimpi basah mitos juara copet kehancuran akibat salah urus korupsi berjamaan nekat terus reformasi cuma pameran kebohongan bunga hutang politik pembangunan kau tau apa yang terjadi kawan realitas ganas jelas transparan mengaca batin pada kenyataan […]

Puisi Simon Hate: Meluruh Kecewa

Puisi Simon Hate: Meluruh Kecewa

MELURUH KECEWA Puisi Simon Hate Menangislah bila dadamu sesak Atau berteriak  Kita selalu merasa Datang dari suatu tempat Dan ingin sekali kembali. Kapankah kalau tidak Apa yang telah kita alami? Tubuh melontarkan kita Menggapai-gapai seharusnya. Angin menderu sampai …, lalu?

Puisi Edy Priyatna: Tak Dapat Kembali

Puisi Edy Priyatna: Tak Dapat Kembali

TAK DAPAT KEMBALI Puisi Edy Priyatna Hari ini aku baru sadar telah terjerumus terlalu jauh kedasar hatimu menelusuri sawah hijau menyebrangi sungai bening melintasi hutan belantara gunung-gunung menjulang awan putih langit biru berdebar jantung bungamu amat harum bergerak masuk kesemua urat nadiku meleleh keseluruh napasku tak pernah ku pikirkan luka Hari ini aku telah terjerumus […]

Puisi Selsa Rengganis: Balada Lelaki Tua

Puisi Selsa Rengganis: Balada Lelaki Tua

BALADA LELAKI TUA Puisi Selsa Rengganis  Lelaki tua itu masih disana Tatapan matanya sedingin salju Di gurat wajahnya tersimpan sejuta tanya Bertelanjang dada dan berhias cambang lebat Tak peduli meski dingin menyentuh tubuh kurusnya Tak hirau lalu lalang mata memandang curiga padanya | Dia tetap tak bergeming dari semedinya Dia tetap ucapkan mantra dalam gumam […]

Puisi Yu Ratna: Kamboja Kuning di Pusaraku

Puisi Yu Ratna: Kamboja Kuning di Pusaraku

KAMBOJA KUNING DI PUSARAKU Puisi Yu Ratna Kanda Bila tlah tiba waktuku Jangan pahatkan batu Biar patok kayu itu penanda kuburanku Biar jadi makanan rayap dan ngengat Dan merapuh bersama waktu Kanda Bila saat kembaliku Tak perlu ukirkan namaku dimakamku Biar terpatri dalam lubuk hatimu Biar tersimpan dalam sanubarimu Bahwa aku pernah hadir di sisimu […]