Tag Archive | Edy Priyatna

Puisi  Edy Priyatna: Tragedi Penembakan di Sape

Puisi Edy Priyatna: Tragedi Penembakan di Sape

TRAGEDI PENEMBAKAN DI SAPE Puisi  Edy Priyatna Setelah rakyat dalam kedamaian pemerintah mempunyai ide bagus membuka pertambangan emas dengan argumentasi kesejahteraan rakyat padahal banyak hal yang berdampak negatif hingga membuat rakyat tidak setuju namun tetap saja dipaksakan semua terjadi tanpa mengindahkan suasana karena telah diatur tanpa kompromi prosedur dijalani dengan kekuasaan tak sadar pemerintahan dilaksanakan […]

Puisi Edy Priyatna: Berita Petang

Puisi Edy Priyatna: Berita Petang

BERITA PETANG Puisi Edy Priyatna  Dari belahan bumi paling murni di lahan tandus tak dendam di antara partikel-partikel basah banyak orang kehausan menanti tibanya sukacita bagi sebuah kesumat yang tertunaikan dari darah yang mengalir di ujung timur Sementara…….. di ujung yang satunya lagi di lahan subur yang pernah terendam di antara kesunyian-kesunyian kering banyak orang berhamburan […]

Mengantar Pulang – Cerita Edy Priyatna

Mengantar Pulang – Cerita Edy Priyatna

MENGANTAR PULANG Cerita Mini Edy Priyatna Beberapa menit berselang ada suara halus menegurku dari belakang, cukup mengagetkan. Namun seperti percaya tak percaya ternyata dia wanita muda putih dan cantik yang tadi duduk di sebelah kananku. Seperti biasanya setelah pulang kuliah sore hari aku tidak langsung pulang ke rumah. Untuk menghilangkan stress setelah lelah bekerja paruh […]

Puisi Edy Priyatna: Korupsi

Puisi Edy Priyatna: Korupsi

KORUPSI  Puisi  Edy Priyatna  Hari ini terjadi lagi bagaikan kompetisi bola dunia sebuah berita tidak menyenangkan bukan karena ada kalah atau menang tetapi kisah kasus pejabat-pejabat lalai dalam mengemban tugas negara yang sangat menyedihkan rakyat seperti selalu tiada henti…….. Hari ini jumlah tikus-tikus bertambah lagi tikus-tikus negeri yang menggrogoti uang rakyat telah tercatat diseluruh media […]

Puisi Edy Priyatna: Duka Bukan untuk Negeriku

Puisi Edy Priyatna: Duka Bukan untuk Negeriku

DUKA BUKAN UNTUK NEGERIKU Puisi Edy Priyatna Rasa sedihku bukan untuk negeriku tetapi buat para tukang pembuang sampah yang bekerja setiap hari tanpa alas kaki tak mengeluh telapaknya terbakar aspal panas dan ikhlas kulitnya kerap tersengat matahariTangisku untuk kedua telapak kakinya karena disini banyak pejabat negara selalu beralas sepatu yang sangat mahal sedihku juga untuk […]

Puisi  Edy Priyatna: Lihatlah Negeri Ini

Puisi Edy Priyatna: Lihatlah Negeri Ini

LIHATLAH NEGERI INI Puisi  Edy Priyatna Lihatlah negeri ini dengan matamu lebar-lebar semua orang menjadi malu karena ulahmu sebentar lagi negara ini akan rusak berantakan menjadi bulan-bulanan bangsa lain sekali lagi bukalah mata hatimu sebelum azab mendatangi dirimu Sekarang ini kau masih perkasa pandai sangat luar biasa sebagai professional namun tapi berjiwa penjahat ulung kau […]

Puisi Edy Priyatna: Badai Matahari

Puisi Edy Priyatna: Badai Matahari

BADAI MATAHARI Puisi Edy Priyatna Awalnya seperti tak terjadi apa-apa waktu itu senja mulai datang bersama mega hitam ini sudak masuk musim penghujan kata orang-orang di sini mestinya ada hujan namun yang tiba hanya angin Berembus kencang sekali dengan kecepatan tinggi hingga merobohkan apa saja papan reklame pohon-pohon rumah-rumah penduduk dan bangunan lain Ekormu berada […]

Puisi Edy Priyatna: Jika Sudah Waktunya

Puisi Edy Priyatna: Jika Sudah Waktunya

JIKA SUDAH WAKTUNYA  Puisi Edy Priyatna Jika sudah waktunya aku akan tunjukan pada kalian sekaligus aku tutup diriku tapi jangan kalian anggap aku ini siapa anggap saja aku makhluk baru yang sudah hampir setahun bersamamu dan setiap hari selalu kalian robek diriku atau anggap saja aku makhluk lama yang bangkit dari keterpurukan lalu akan segera […]

Puisi Edy Priyatna: Terompet

Puisi Edy Priyatna: Terompet

TEROMPET  Puisi Edy Priyatna Kali ini biarkan dia berbunyi sendiri suara-suaranya akan berbeda jangan kita meniupnya agar almanak baru tidak terbuka dan akhir tahun takkan pergi Malam ini aku masih mengasah mendung membuat hujan jatuh sepanjang malam hingga aku semakin basah kini kau telah tahu itu dan langkahku akan segera berakhir Lalu kau memberi terompet […]

Puisi Edy Priyatna: Perempuanku

Puisi Edy Priyatna: Perempuanku

PEREMPUANKU  Puisi Edy Priyatna Ketika kau datang hingga pertemuan itu terjadi aku hampir tidak percaya sungguh nyata adanya sosok sederhana luar biasa Kau indah namun tak dapat diraih kau cantik tapi tak bisa dipegang tak bisa diraba kau menawan buah pikiranku selalu erat dalam pelukan bersama langkah tegapku menyusuri belantara disaat mata terlelap menyoroti bayangmu […]

Puisi  Edy Priyatna: Pelangi

Puisi Edy Priyatna: Pelangi

PELANGI Puisi Edy Priyatna Hari ini aku rindu warnamu datanglah ke pondokku segera lama sudah tak ada kesejukan bagai menanti sunyi di tengah kota setiap hari cerah benderang walaupun tanpa bintang karena matahari telah murka panasnya telah membias kembali tak terhalang mega hitam sehingga langit bergaris putih matanya kering tak berair lagi…….. Sekarang ini aku […]

Puisi  Edy Priyatna: Berusuh Hati

Puisi Edy Priyatna: Berusuh Hati

BERUSUH HATI Puisi  Edy Priyatna Hentakan kepalan tanganku pagi ini memicu benak pikiran geram terhadap layar reportase subuh pada para pemimpin rakyat yang senantiasa berulah aneh menjadikan orang-orang terjaga berlagu bagai badut penghibur membuat penonton berduka tanpa ketawa Hentakan kepalan tanganku siang ini menggores pena-pena hitam pada daun-daun kekeringan mengacak buah semangat meracik kata-kata menjadi […]

Puisi Edy Priyatna: Wajah

Puisi Edy Priyatna: Wajah

WAJAH Puisi Edy Priyatna ……..kemudian hari-hari kututupi puisi sejauh jalan dengan kembara seakan-akan nazar hidup hanya kuhirup dari pintu gerbang kususuri wajah tanpa kumasuki rumah……..  

Puisi Edy Priyatna: Kasih

Puisi Edy Priyatna: Kasih

KASIH Puisi Edy Priyatna Gempa jiwaku yang telah kau rasakan selama ini…….. adalah getaran hati kecil yang selalu merindu dikala senja menjelang tak mungkin bisa kau tepis jangan coba memaksaku untuk melupakanmu maafkan aku……..

Puisi Edy Priyatna: Takdir

Puisi Edy Priyatna: Takdir

TAKDIR Puisi Edy Priyatna Aku melangkah menuju kata hati berjalan dari barat sampai ke utara lewati waktu……………. menikmati panorama indah ketika peluh mulai mengalir aku berhenti sebentar di persimpangan mengatur napas di sisi jalan melepas dahaga……………. menikmati perjalanan hidup wajarnya siang yang cerah karena mentari saat kusandarkan diri di balik pondok terdengar suara lembut tawamu […]

Puisi Edy Priyatna: Kembali

Puisi Edy Priyatna: Kembali

KEMBALI Puisi Edy Priyatna Telah lama aku menanti batas waktu perjalanan ini melalui relung kehidupan fana membawa beban yang harus kupikul sendiri melewati lorong-lorong masa meskipun terasa amat berat kelelahan tetap harus kulumat karena aku telah tersirat

Puisi Edy Priyatna: Seandainya

Puisi Edy Priyatna: Seandainya

SEANDAINYA Puisi Edy Priyatna  Seandainya aku dapat terbang tinggi akan ku hampiri gunung yang indah itu bertengger tepat di atas puncaknya dan akan aku tancapkan jiwaku lalu akan aku hangati dengan apiku sehingga kebekuan yang menyelimuti dapat mencair serta mengalir di tubuhku selamanya……..

Puisi Edy Priyatna: Ke Jakarta

Puisi Edy Priyatna: Ke Jakarta

KE JAKARTA Puisi Edy Priyatna Bus yang kutumpangi melaju perlahan di atas jalan aspal berliku melewati jembatan menyeberangi sungai memasuki hutan belantara menyusuri pantai indah menuju tempat tinggalku Bus yang kutumpangi menuju Jakarta di depan sana ada sinar mentari dan hujan yang turun merintik lembayung senjapun tiba……..   (Pondok Petir, 03 September 2011)

Puisi Edy Priyatna: Indonesiaku (2)

Puisi Edy Priyatna: Indonesiaku (2)

INDONESIAKU (2) Puisi Edy Priyatna Indonesiaku…….. tiga ratus lima puluh tahun kau dikuasai bangsa lain tiga setengah abad kau ditindas, tiga ratus lima puluh tahun kau diremehkan .. tiga setengah tahun dikuasai bangsa yang lain lagi tiga setengah tahun dipaksa mengikuti budaya yang lain tiga ratus lima puluh tiga setengah tahun dijajah tiga puluh dua […]

Puisi Edy Priyatna: Indonesiaku (1)

Puisi Edy Priyatna: Indonesiaku (1)

. INDONESIAKU Puisi Edy Priyatna Untukmu aku menangis pada sepi bersembunyi sungguh hati jadi haru tiada mampu untuk melihat bahkan mendengar sungguh aku tak bisa Ada darah yang mengalir deras ada suara tangis menggema ada rasa selalu mencekam ada banyak korban yang jatuhTergambar dalam benak semua kejadian dulu ketika bambu runcing dan senjata tajam di […]

Puisi Edy Priyatna: Potret Sahabat Sejati

Puisi Edy Priyatna: Potret Sahabat Sejati

POTRET SAHABAT SEJATI Puisi Edy Priyatna  Melalui relung hati pintu ruang diri gundah gulana cemas lemas mengenal dekat diri sejati resah itupun menggigit dalam rendahnya amat membara gejolak jiwa sukma nan nyata Gita pekik dikumandangkan musuh terkalahkan jiwa termenangkan semua tersandangkan makhluk paling sempurna…….. Akankah wajah-wajah tetap terpajang dalam kewajaran alami titipan yang disampaikan tanda yang […]

Profil Edy Priyatna

Profil Edy Priyatna

EDY PRIYATNA, demikian nama asli yang mulai digunakannya sejak tahun 2001. Pada masa sebelumnya, ia selalu menggunakan nama pena: Edy Nawir. Edy, Kelahiran Jakarta dan kini tinggal di salah satu kawasan di Depok, berprofesi sebagai pekerja swasta di bidang teknik sipil “Jauh sekali, ya, “ katanya dalam suatu perbincangan. Ia mengaku mulai belajar menulis pada […]

Kompasiana – Cerpen Edy Priyatna

Kompasiana – Cerpen Edy Priyatna

KOMPASIANA  Cerpen Edy Priyatna Seperti biasanya setelah kupulang kuliah, aku main-main ke TIM (Taman Ismail Marzuki) membantu temanku membersihkan alat-alat lukisannya. Memang aku selalu membantunya. Apalagi dalam waktu dekat ini dia akan mengikuti pameran. Jadi ia tidak begitu repot bila aku membantunya. Lagi pula daripada iseng di rumah kan lebih baik cari pengalaman di luar. […]

Puisi Edy Priyatna: Perubahan

Puisi Edy Priyatna: Perubahan

  PERUBAHAN Puisi  Edy Priyatna Wahai para pemimpin…….. masih adakah hati berisi saat logika sudah mulai basi nurani makin terkikis pada gemuruh pesona yang tak kunjung padam Lihatlah…….. lagu birokrat dalam melodinya sinetron nan selalu kejar tayang di episode tikus-tikus berpestapora sementara para pembantai santai dipantai terbuai dalam kesenangan sendiri Tengoklah pula, drama kolosal republik […]

Puisi Edy Priyatna: Kusambut Datangnya Tahun 2012 #2

Puisi Edy Priyatna: Kusambut Datangnya Tahun 2012 #2

KUSAMBUT DATANGNYA TAHUN 2012 (#2) Puisi-puisi Edy Priyatna PADA AKHIR TAHUN INI, AKU HANYA MEMILIKI RINDU    Saat aku menginginkanmu kugoreskan semua rasa kurangkai semua ungkapan kata menjadi bait-bait sajak suka di dalam hatiku Saat aku mulai rindu kunikmati semua tangisku kubayangkan dirimu tersenyum menatap kedua mataku dari kejauhan Saat aku merindukanmu kuingin waktu berputar […]

Pertemuan Jingga – Cerita Edy Priyatna

Pertemuan Jingga – Cerita Edy Priyatna

PERTEMUAN JINGGA Cermin : Edy Priyatna Jingga. Aku teringat ketika itu kita pernah bertemu secara tidak disengaja. Kita bertemu dalam bus malam. Rambutmu hitam pekat panjang terikat dengan ikatan rambut yang tidak terlihat. Wajahmu sejuk bening namun ada guratan kecil di pipi kanan dekat telingga, bekas jerawat. Lalu ada bekas luka dipergelangan tanganmu. Kemudian aku […]

Malu Tampil Pada Ulang Tahun Rangkat – Cerita Edy Priyatna

Malu Tampil Pada Ulang Tahun Rangkat – Cerita Edy Priyatna

MALU TAMPIL PADA ULANG TAHUN RANGKAT Cermin : Edy Priyatna Setiap ada kegiatan yang khusus di Desa Rangkat, aku tidak pernah absen untuk mengikutinya. Pada syukuran hari ulang tahun desa yang Pertama di Villa LACITRA Desa Rangkat, aku dengan sigap membantu menyukseskannya termasuk mengatur acara yang telah menjadi kebiasaan disana. Dimana semua warga desa diwajibkan […]

Puisi-puisi Edy Priyatna: Kusambut Datangnya Tahun 2012

Puisi-puisi Edy Priyatna: Kusambut Datangnya Tahun 2012

  PERTANYAAN SETIAP AKHIR TAHUN  Puisi Edy Priyatna Hari-hari terus berlalu waktu kini telah berganti lagi sementara almanak dinding masih tetap diam padahal awal segera akan menjadi akhir tanpa harus mengejar dengan berlari tanpa terasa bumi berputar pada porosnya membawa harapan yang kian jauh angka-angka terus menjulang menembus mega-mega putih di langit biru bergulir secara […]

Ketinggalan – Cerita Edy Priyatna

Ketinggalan – Cerita Edy Priyatna

KETINGGALAN Cermin : Edy Priyatna Hari telah sampai pada waktu fajar ketika Rizal berlari-lari kecil menuju ke rumahnya. Ia terlihat sangat terburu-buru sekali untuk segera memasuki rumahnya. Ketika sudah berada di depan pintu rumahnya ia menekan bel berkali-kali. Namun belum ada juga yang datang membukakan pintu itu. Lalu ia mencoba dengan menggedornya, tetapi masih belum […]

Puisi Edy Priyatna: Potret Sahabat Sejati

Puisi Edy Priyatna: Potret Sahabat Sejati

POTRET SAHABAT SEJATI Puisi Edy Priyatna Melalui relung hati pintu ruang diri gundah gulana cemas lemas mengenal dekat diri sejati resah itupun menggigit dalam rendahnya amat membara gejolak jiwa sukma nan nyata Gita pekik dikumandangkan musuh terkalahkan jiwa termenangkan semua tersandangkan makhluk paling sempurna…….. Akankah wajah-wajah tetap terpajang dalam kewajaran alami titipan yang disampaikan tanda […]