1 Komentar

Puisi Inin Nastain: Cawan Murtad

CAWAN MURTAD

Puisi Inin Nastain

Pada sendi-sendi purnama dingin yang riuh.
Aku titipkan salam di sela-sela selaput denyut nadimu..
Namun denyut nadi mu, empaskan alunan salamku yang mengalir..
Kau masih tegak, hujamkan diam dalam tandusnya hati yang merekah…
Gontai angin lalu, kukuhkan kau memeluk eratnya embusan mimpi-mimpi indahmu
Keringkan dan hanguskan langkah ringkih yang terhuyung.
Beku darah masa lalumu… Luluh tahan salam yang berarak…
Diam dalam cawan pekatmu…

____________

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

One comment on “Puisi Inin Nastain: Cawan Murtad

  1. orang berpuisi dibilang lebay ya marah… xixixi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: