1 Komentar

Rahasia Hatiku: Aku Cinta Kau dan Dia – Cerpen Fitri Y. Yeye

RAHASIA HATIKU: AKU CINTA KAU DAN DIA
Cerpen Fitri Y. Yeye

 

Tubuhku setia padamu tanpa pernah ternoda oleh yang lain. Tapi hati dan cintaku kubiarkan berselingkuh dan memupuknya selalu

Berderai buliran bening menggenang membentuk garis lurus di pipiku. Saat ku tahu kabar darimu sore ini, kau akan menikahi Diana. Mengapa harus Diana? Apa tak ada yang lain yang bisa mencuri hatimu? Mengapa kau begitu buta, tak pernah menyadari ada aku yang setia menantikan kehadiranmu.

Diana sahabatku, dia tahu aku mencintaimu sekalipun. Airmatanya menitik saat kuceritakan dalamnya cintaku padamu. “Apa ada cinta sebesar ini Tyara? Aku belum pernah merasakannya” dia menggenggam tanganku dengan tulus aku merasakan dia sahabatku. Dia memelukku dan berbisik, “percayalah Tuhan akan menyatukanmu dengan Bram”.

Apa dia lupa kata-kata itu pernah dibisikkannya di telingaku, saat aku letih dngan cinta yang kupendam untukmu. Salahku, mengapa aku tak pernah bisa menyatakan perasaan ini kepadamu. Mengapa aku malah katakana kepada Diana? teman yang telah kuanggap seperti adik sendiri, usia ku dan Diana yang berjarak hanya satu tahun membuatku merasa cukup nyaman menggungkapkan isi hati padanya. Aku beharap dia akan membeitahumu betapa cintanya aku padamu.

Hingga sore ini aku membaca undangan berwarna merah jambu yang disuguhkan bibik padaku. “pernikahan Diana Anandita dan Bram Setyo wijaya.” Mimpikah aku? Dengan apa yang kulihat ini? Dua-duanya orang yang aku cintai.

Riuh megah pesta pernikahan di gedung mewah, aku menulis namaku di buku tamu dengan jemari yang bergetar. Kado berisikan sepasang boneka Barbie yang lucu kubawakan di pesta kalian. Boneka itu adalah boneka kesayanganku, dulu Bram memberinya untuk hadiah ulang tahunku, saat itu Bram bilang “Tyara… lihat barbie ini lucu bukan? Ini adalah kamu dan aku. Suatu saat nanti kita akan hidup bersama seperti boneka ini selalu bergandengan”

Kutuliskandengan tinta merah menyala “selamat menempuh hidup baru” pada secarik kertas kecil dengan guratan tangan yang tajam, entahlah di dalamnya ada amarah, kebencian rasa kecewa dan sakit yang teramat sangat. Tapi kuyakinkan padamu tak ada dendam di hatiku.

Hanya kebencian, ya kebencian yang menggetar dalam dadaku. Hingga kakiku tak sanggup melangkah masuk ke dalam ruangan pesta menemui kalian, untuk berjabat tangan terakhir kali dengn orang yang aku cintai. Tergugu aku berdiri di depan pintu, wajah-wajah tamu yang lain menutup tubuhku yang mungil, aku yakin kalian takkanmelihatku dari singgasana pengantin yang mewah itu.

Aku pergi membawa luka dan sakit hati dengan kebencian dalam diri. Kuhitung tapakan langkah yang gontai mengayun tanpa arah. Kebencian ini membuat lara hati, akankah aku akan sungguh-sungguh membencimu Bram?”

**

Tahun-tahun aku lewati, satu-stau kutata hidupku. Hati yang patah telah kurekat kembali meskipun tak utuh seperti dulu. Setidaknya senyum kini telah kembali hadir menghias parasku nan ayu.

“Tyara…apa yang kamu pikirkan sayang?” ayoo.. pilih kamu mau model undangan seperti apa?” suara Divo menyentakku, “ohh aku lupa aku sedang bersama tunanganku.” Lelaki gagah, baik hati dan mapan yang menjadi kekasihku sejak satu tahun terakhir ini.

Dia tak mau kehilanganku dan Divo ingin secepatnya mengikatku dalam hatinya dengan menikahiku. “ahh tahukah dia? Aku tak bisa lagi sempurna memberikan hati padanya, karena dulu aku terlanjur memberikannya pada Bram penuh” Ku tatap Divo dengan nelangsa, benarkah pria ini yang akan menjadi teman hidupku selamanya??

“Kamu grogi sayang?” Divo menyentuh lembut dagu lancipku yang menggantung. Ku tepis tangannya lembut, ku genggam dan aku menciumi tangan perkasa itu. Ku bayangkan tangan ini akan menjadi penyangga hari-hariku. Aku percaya dia mampu menjadi pelindungku. Tapi mampukah dia menyembuhkan luka dalam hatiku?”

“aku mencintaimu Tyara” dia mengacak-acak rambut ikalku. Ku tatap matanya dalam-dalam, mencari tahu. Tahukah dia aku tak sempurna mencintainya. Hatiku tak pernah utuh kuberikan padanya?. Aku hanya bisa tersenyum kecut, tanpa kata sepatahpun.

Mike putri pertamaku telah lahir, cukup lama aku baru mendapatkan seorang anak. Setelah melakukan banyak usaha, berobat ke sana sini. Akhirnya di tahun ke 5 pernikahanku dengan Divo aku positif hamil.

Suamiku tak melewatkan momen bahagia itu di pesta ulangtahun pernikahanku dia mengundang kerabat kami dan mengumumkan kehamilanku. Antara bahagia dan sedih kusambut kebaikannya. Bahagia karena bertahun menanti akhirnya Tuhan memberiku titipan janin di rahimku. Sedihku karena selama pernihakahan itu aku tak pernah berhenti mencintai Bram, cinta pertamaku.

Sesekali aku masih kontak dengan Bram, dia masih sms dan telpon aku. Baru aku tahu bahwa ternyata Bram juga mencintaiku, diapun telah salah menjadikan Diana teman curhat soal hatinya padaku. Larena ternyata Diana menghianati kami berdua, dia memutar balikkan semua fakta tentang perasaan kami. Hingga akhirnya mereka berdua yang menikah. Bram dan Aku menjadi korban, cinta kami tak pernah bersatu.

Bram kuundang hadir dalam pesta perayaan ulang tahun pernikahanku dengan Divo. Tanpa sengaja Divo memergoki aku yang sedang berbincang dengan Bram. Setelah pesta itu usai, Divo menanyai aku.

“aku tak pernah melihat senyum terindah selama bersamamu selain senyum yang kau berikan untuk Bram sayang! Apakah kau benar-benar bahagia karena kehamilan ini dan pesta kita? Ataukah ada sesuatu yang aku tak tahu, yang Bram tahu cara membuat senyum seindah itu di bibir tipismu?” Aku tersedak dengan pertanyaan suamiku. Harus menjawab apakah?

Tak sanggup aku berlama-lama memendam kebohongan dalam jiwaku. Hidupku separuh hanya untuk Divo dan itupun adalah sisa dari rasa yang kupelihara untuk Bram.

”Suamiku maafkan aku selama ini telah berbohong padamu. Bertahun kita hidup bersama, selama itu aku telah berdosa padamu. Aku tak pernah memberitahumu sayang, bahwa hatiku sejak dulu telah dimiliki lelaki lain. Tubuhku setia padamu tanpa pernah ternoda oleh yang lain. Tapi hati dan cintaku kubiarkan berselingkuh dan memupuknya selalu untuk Bram. Ia kekasih, untuk pertama kalinya aku mengenal cinta dalam hidupku. Cinta kami tak pernah bersatu, bahkan hingga kini dan selamanya tak kan pernah bisa bersama. Tak ada harapan apapun kepadanya sekarang, karena aku telah menjadi milikmu. Jika kau marah dan membenciku lepaskan aku, jika kau mau mengerti tersiksanya aku dalam keadaan ini maka maafkanlah aku. Akupun tak ingin kehilanganmu”

Aku menunduk dalam, telah pasrah kuterima apapun kata yang akan meluncur dari mulutmu. Bahkan telah kusiapkan pipiku ditampar olehmu. Aku menunggu dengan ikhlas hukuman untukku yang telah menduakan cintamu.

Kuberanikan diri mengangkat wajahku, kulihat memerah di wajahmu, tertunduk lesu. Tatapanmu hampa, seperti lelah yang teramat sangat. Kau genggam tanganku.

“jangan pergi sayang, aku mengerti cintamu untuk Bram. Aku memaafkan dan ajarkan aku bisa memiliki kembali hatimu seutuhnya. Aku akan membantumu melepaskan diri dari Bram, karena aku percaya dengan kejujuranmu aku mencintaimu sayang.”

Sebuah kecupan hangat mendarat di keningku, sebelum kau berlalu dan meninggalkan aku termangu dengan dada yang lapang telah mengungkapkan rahasia hatiku.

**

“Mama..ayo main lagi” Mike putrid kecilku menarik tanganku, sepasang boneka Barbie ditangannya sudah mulai terliha lusuh. Bram memberinya untuk Mike di ulang tahun Mike yang kedua.

“ayoo sayang kita ikutan yuk!” kutarik tangan Divo suamiku, lalu kami bertiga saling tertawa ceria. Bahagia itu ada di rumahku, di dalam hatiku terlebih di hati suamiku. Dialah pemenangnya, aku menjadi miliknya utuh, sampai saat ini dan selamanya, cintaku hanya untuk suamiku.

Selamat malam

_________________________

Fitri Y. Yeye

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

One comment on “Rahasia Hatiku: Aku Cinta Kau dan Dia – Cerpen Fitri Y. Yeye

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: