Tinggalkan komentar

Puisi Cholifatul Ridwan: Jumat Agung

JUMAT AGUNG

Puisi Cholifatul Ridwan

Adalah Jumat, hari yang padat, serasa singkat. Kemudian lagi sabtu, ahad, senin, selasa, rabu, kamis … syukurlah! Masih ada sempat untuk berbuat.

Tanamlah apa yang bisa ditanam, hingga berbuah dan manisnya bisa kau cecap, bukan sepah.

Dongengmu kawan, juga sisa penghabisan dari juang, lah kusampaikan seperlunya. Jadi perlukah ada lagi mezbah? Minyak dan darah? Jejalkan saja putih tulang di sebaliknya. Biar ular yang menguntitmu lewat udara itu tertipu mentah-mentah.

Laku kita dulu biar menjadi  amsal baginya. Membakar lidahnya yang tak bosan-bosanya mengulur bisa, ditangkap tubuh-tubuh  dosa, melahirkan cabul. Tunai sudah jika petuah lah menggenggam, leleh kulit dan sisiknya berkeping-keping. Dan dalam pasrah,biarlah kudus itu terutus.

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: