Tinggalkan komentar

Puisi Yayag YP: Dialog Dalam Diam

DIALOG DALAM DIAM   

Puisi Yayag YP

Kubur itu bertumpuk kisah
Berbisik tentang lalu lalangnya resah
Menahan puluhan gelisah
Dan menidurkan pinta yang rebah

Pernah kutanyakan pada nisan,
“Cukupkah sekali berucap lalu lupa berkelindan?”
Tak sekali pun kisah itu dinyanyikan
Berawal dalam tanya dan terbentur pengingkaran

Diam terus bertingkah,
Merajam jejak tanpa langkah
Memutus nadi tak menyisa darah
Lalu meninggalkan gundah yang merajah

Sekali lagi kutanya pada diam,
“Apakah sunyi selalu bias ketika kita bungkam?”
Bisu lagi menghambur pada gurindam,
Bahkan tanya pun terus melipat malam

 

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: