Tinggalkan komentar

Puisi Sashmytha Wulandari: Menjelma Dewa

MENJELMA DEWA

Puisi  Sashmytha Wulandari

Negriku terkoyak
Airmata tercabik-cabik tak berharga
Nyawa..bisa dengan begitu saja terkapar tanpa makna
Manusia lalu lalang tanpa iba memenggal kehidupan kaum papa
Tidakkah kau dengar si buyung mencari ayahnya?
Tidakkah kau lihat nanar perempuan renta itu..kehilangan hidup karna anaknya ~mati

Teror-teror tak henti menyapa
Memaksa bibir untuk tak berkisah tentang kebenaran
Oh, Ibu..rupanya sakit benar negrimu
Bagaimana bisa kabar perih itu berada di negri sebrang sementara di lenganmu..merah putih meringkuk layu

Pancasila hilang akal
Lima penjuru tertebas parang sisakan tanya
Jejak-jejak pencari kebenaran terjungkal sebab arah tak lagi sejalan
Para pendosa mencuci tangan dengan airmatamu setelah mereka menutup kematian pada kokoh nafasmu, Ibu..bagaimana bisa?

Negriku…
Segeralah menjelma Dewa
Kemas segera airmata dan segala luka
Letakkan kembali lima penjuru pada jalannya agar kabut tersibak mentari dan senyum negri menjelma pelangi

Negriku..
Menjelmalah Dewa

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: