Tinggalkan komentar

Puisi Singgih Swasono: Aku yang Terkutuk

AKU YANG TERKUTUK

Puisi Singgih Swasono

Anakku sudah terbilang tahun hilang kebersamaan
rasa pedih lara dalam cerah pagi hari
cerah pagi tak kuasa menutup rasa asa paling dalam
kulihat bayangmu melintas,
kulihat bayangmu berkelebat,
kulihat bayangmu samar,
kulihat bayangmu hilang,
aku terkutuk…….

anakku lorong waktu tiada asa kembali
kuterngiang rengekkanmu,
kuterngiang celotehmu,
kuterngiang tangismu,
kuterngiang candamu,
takkan kuhapus dalam lubuk lubuk hati paling dalam

anakku berbilang tahun kusongsong pekat pagi melangkah…
langkah tatih kugendong berjuta asa bersua
tiada sesal yakinku bisa bersua

 

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: