Tinggalkan komentar

Puisi Singgih Swasono: Kucing Kawin

KUCING KAWIN

Puisi Singgih Swasono

Terongok comberan disamping rumah, menggelinjang menggeliat angin menggoyang daun pintu berderit, cericit tikus-tikus berkeliaran. Kucing mandung senandung gema kosong, mengeong mencium bau birahi, menggema di malam hari hujan rintik, pohon diam daun menunduk menetes air, terangkat daun tertiup angin sepi, menunduk. dingin semilir keriut jendela goyang angin, cicit-cicit tikus menggema berlari. Kucing berkelahi mencari pemuas birahi dimalam sepi. Berlari-lari keciprat air geraman menggema, diam. menanti pelepasan birahi.

 

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: