Tinggalkan komentar

Puisi Yayag YP: Ronggeng Tanpa Raut Muka

RONGGENG TANPA RAUT MUKA 

Puisi Yayag YP

Nenekku Ronggeng, bukan perempuan jalang
Pinggulnya lincah menari berteman selendang
Ayu tanpa cela bahkan di benderangnya siang
Dia pelajari langkah tari hingga tumitnya ketat
Siang malam terus melatih diri tak kenal kiamat
Nenekku penari, bukan penjaja aurat

Ibuku juga Ronggeng, bukan penjual diri
Senyuman di ujung bibirnya laksana prasasti
Matanya adalah irama tarian dalam alur suci
Dia menari sejak belum terlahir dari rahim
Merah darah Ronggeng membuatnya begitu takzim
Ibuku penikmat gamelan, bukan penari zalim

Aku Ronggeng yang tak pernah terlahir
Yang kalian paksa mati ketika rahim ibuku kalian koyak hingga berakhir
Aku bakal anak seorang Ronggeng yang terus kalian cibir
Yang merasuki tubuh kalian dan menari pada malam-malam tak biasa
Aku Ronggeng tanpa raga dan raut muka
Tetap akan menari dengan airmata leluhurku yang selalu kalian pandang hina

 

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: