Tinggalkan komentar

Puisi Lailatul Kiptiyah: Jamak

JAMAK

Puisi Lailatul Kiptiyah

sungguh aku tak hendak memintamu banyak
hanya mengerti rindu yang kusamak dalam sajak

seperti malam yang perlahan merangkak
mengajar fajar lembut menanjak

ke ubun matahari: merimbunkan awan berarak
untuk kemudian pecah menjadi sedan yang menitisi pundak

membuat rindu menjadi detak
yang tak henti menangisi jarak

dan gemuruh laut menyuguhkan maut lewat amuk ombak
hingga angin sontak berderak

menggigilkan dedaun dan kelopak
berteriak, memanggil cintamu dan hatiku yang retak

Jakarta, April 2011 (Jumadil Awal 1432 H) 

 

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: