Tinggalkan komentar

Puisi Singgih Swasono: Melayang

MELAYANG

Puisi Singgih Swasono

Beriring awan tebal berarak dalam pekat

Panas terik siang sekejap hilang tertutup gelap mengampak, pedut menghimpit bumi, menjerit. Gelombang panah birahi, memanah gunung tinggi menggelegak memuntahkan nafsu bejat, jagat merintih diiringi dawai kilatan menghantam bumi meradang dalam kebringasan nafsu diri selama sebelas bulan ini, saat…..

Dalam kegelapan rimbun keangkuhan bumi menjerit diterjang dawai langit mencambuk gunung, remuk redam seribu gunung menerjang alam semesta menahan diri dari keangkara murkaan  duniawi. Sebulan ini, saat…..

Jagat diri  hanya bisa menatap meratap kehilangan pijakan bumi, melayang mengambang terbawa angin tiada berpijak timbul tenggelam, melayang diterjang pusaran angin, melayang mencari jati diri, kembali pada pangkuan Illahi

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: