Tinggalkan komentar

Puisi Singgih Swasono: Merengkuh Mendekap

MERENGKUH MENDEKAP

Puisi Singgih Swasono

Membasuh diri di temaram kabut pagi kubersujud menanti datangnya Nur Illahi,  bayang lubuk hati yang dalam tertanam dua kuncup bunga melati putih,  dibilik  hati menanti sang fajar merekah.

titik-titik embun membasah putik hati memantul kejernihan kata suci terpatri dalam dzikirulloh.  semilir sang sejuk bayang semburat sang fajar mengiring kupu putih mengepak sayap  mengitari melati putih semerbak mewangi dalam kesunyian bayangmu selalu dihatiku.

Sang bayang dua kuncup bunga melati putih suci menanti, dalam tempaan alam semesta Ibu Pertiwi kubersimpuh. Saat ini, kuhanya bisa menatap menggapai, bungaku mekarlah dalam kesucian putihmu pancarkanlah semerbak wangi bunga melatiku dalam pangkuan Bundamu, kuselalu bersimpuh ditemaram kabut pagi menanti fajar-Nya, kuakan berlayar membawa cahayaNya rengkuh mendekapmu.

Purwokerto, 28 August 2011

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: