Tinggalkan komentar

Puisi Bontot Sukandar: Gundah

GUNDAH

Puisi Bontot Sukandar

mengakrabi malam
memilah rembulan dan matahari
bersebelah pada rotasinya
bintangpun menyelusup dijadikan utama

malam masih memeluk malamnya
nyanyia jangkrik dan belalang mensuasanakan
menjungkir balikkan hati meski dipelukan
ah, ditinggal sayang malam redamkan gundah

-jelang 220811-

 

Bontot Sukandar, menggeluti dunia kesenian sejak duduk dibangku SLTA. pernah dipercaya menjadi komite sastra di dewan kesenian kota Tegal periode th.2006-2009, sedang periode 2009-2011 dipercaya jadi bendara. pernah gabung di beberapa antologi puisi bersama, diantara Perempuan Dengan belati di Pahanya. (TBJT).

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: