Tinggalkan komentar

Puisi Jaqueleto: Mercusuar Angkuh di Bibir Pantai yang Indah

MERCUSUAR ANGKUH DI BIBIR PANTAI YANG INDAH 

Puisi Jaqueleto

Sedang mengadakan percakapan dengan sebuah tembok besar
saling berhadapan bak seorang putri yang merajuk di depan cermin ajaib
Apa yang harus dia lakukan? …

Semua tanya seakan sirna begitu saja
Saat nafas berhembus beradu dengan tembok bata
Yang dibentuk dari olahan semen, sedikit gamping dan pasir
Dalam takaran yang tidak memenuhi hitungan rancang bangun

Kenapa masih satu? …Kemana harus mencari yang satu lagi?…
Kenapa harus sedemikian susah?…
Padahal semuanya nampak di depan mata

Ini bukan tentang peribahasa nyamuk di seberang lautan nampak jelas
Sedangkan gajah di pelupuk mata nampak kabur …

Ini tentang kode S.O.S terabaikan saat pagi itu masih menyisakan kabutnya
Padahal korban sudah kritis, nyaris tenggelam, hanyut terhempas di lautan lepas
Kapal itu telah karam, pecah dan parah … engkau kah penolongnya?…

Mercusuar berdiri angkuh di bibir pantai indah dengan pancaran sinar terangnya
Namun tak mampu menjangkau korban kapal itu …
Ada apa gerangan?…

Seminggu setelah kejadian itu …
Tidak ada sama sekali kabar di media setempat
Peristiwa itu bak lenyap ditelan samudera lepas entah kemana
Tidak ada yang berubah kecuali …
Mercusuar itu masih berdiri angkuh di bibir pantai yang indah itu

Akankah dia mau untuk kembali menyinari lautan di malam hari
Agar para pelaut tidak mengalami kejadian naas seperti itu …

Jaqueleto | 13 Juni 2011 | 7:56

 

Penulis:

Jaqueleto adalah nama dunia maya dari Agun Pratama. Dalam kesehariannya, Agun adalah seorang freelance graphic designer sekaligus penggemar sepeda unik yang sedang mencoba untuk mendiversifikasi talentanya di bidang kepenulisan. Agun secara tidak sengaja menemukan bahwa dunia menulis sangat menyenangkan terutama dalam merangkai kata demi kata hingga menjadi puisi sederhana yang tidak memiliki pakem yang jelas.

Agun biasa menyebut kumpulan puisi ini dengan ‘Puisi pergolakan penumpas kegalauan dari sang pujangga budiman’. Sebagian besar puisinya berkisah tentang semangat untuk segera bangkit dari kegalauan, generasi menolak tua, percintaan penuh lika liku dan lain sebagainya.

Selain menyenangi dunia kepenulisan, Agun juga seseorang yang aktif dalam pergerakan pesepeda di Yogyakarta khususnya di komunitas sepeda modifikasi, KLOVER (Komunitas Lowrider Vredeburg).

http://www.facebook.com/jaqueleto

http://sepeda-lintas-cakrawala.blogspot.com

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: