Tinggalkan komentar

Puisi Simon Hate: Metamorfosis Unggas

METAMORFOSIS UNGGAS

(Potret Diri, 1994)

Puisi Simon Hate

(Ada kemarau teramat panjang dan pohon
pucuknya kurus rapuh kerontang
mencucuk matahari,

lalu kota pun terbakar.
Sekarang …)

Dia hanya punya tidur
tak lagi dapatkan mimpi.

Hoorrkh, di usia yang 40,

mengorek-ngorek debu dan sampah
guguran daun-daun kota yang meranggas
yang tak mungkin lagi peroleh
sarang burung-burung liar-berani.

Kini dia cuma ayam
dan hanya punya tidur
untuk otot-otot dan persendian.

Sedang mimpinya
telah terperas jadi keringat,
setiap hari:
Sepanjang melek.

 

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: