Tinggalkan komentar

Puisi Jansori Andesta: Tertawalah, Tertawa Bersama

TERTAWALAH, TERTAWA BERSAMA

 Puisi Jansori Andesta

bila tangis tak lagi bisa ungkapkan luka
si air mata hanyalah akan jatuh tersia
membanjir ia di separuh wajah
terserak atas tanah tanpa terjamah
hingga kan kering pelupuk mata

bila rintihan pula tak lagi bisa nyatakan duka
setiap ratap keluar percuma
habis tenaga tiada guna
tak ada yang kan mendengar pula bertanya
‘ahai, ada apa kiranya?’

maka tertawalah, tertawa suka-suka
tertawa sepenuh rasa sepenuh jiwa
angkat suara gema bahana
serentak bersama pun tiada seirama
suara sumbang biarkan saja biar tak jadi apa

tertawalah,
hingga kan hilang perihnya luka
hingga kan lupa sedihnya duka
hingga menyentak hati mereka yang membuta
terbangun dari tidur dalam terjaga

tertawalah, tertawa bersama
ramaikan saja negeri yang kini nyata menjelma ranah opera  

Bengkulu, 10 Februari 2013

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: