Tinggalkan komentar

Puisi Ripana Puntarasa: Republik

 

REPUBLIK 

Puisi Ripana Puntarasa

Puisi (1)

Di bawah barisan tiang bendera rakyat yang tak tampak kibarnya
Layang-layang mainan kanak-kanak itu putus tali benangnya
Tergolek, tidak terurus

Puisi (2)

Melolong di gorong-gorong Ibukota
Tangisan caci-maki kanak-kanak membelah langit
Sungguhkah engkau tidak dapat mendengarnya?

Puisi (3)

Tanah
Air
Besi
Batu
Kayu
Nafas
Api
Kaki tangan itu membatu kepala
Beku !

Puisi (4)

Di pinggir jalur tol
Laki-laki muda itu mulai menarikan layang-layang
Tanpa peduli lalu-lalang

Tidak seorang pun menolehnya
Tidak juga dia, walau setiap hari melewatinya

Puisi (5)

rakyat berbagi sesama rakyat
Melarat sampai sekarat.

Watugunung
(Jkt-Bgr, Maret 2006)

***

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: