Tinggalkan komentar

Puisi Ripana Puntarasa: Asmaradaya (2)

ASMARADAYA (2)

Puisi Ripana Puntarasa

Seumpama air mengalir dari mata-air di puncak gunung
Melenggang arusnya menarikan gemericik
Membuncahkan indah buih-buih sejuk
Bertimpa usapan angin
Segar menyusur sungai menyelimuti lorong lembah dan hamparan ngarai
Adakalanya melejit tanpa duga
Melibas tebas apa saja
Perkasa
Sampai kembali seperti biasa
Mengundang canda
Berkecipak riang mericik buih
Bersenda angin menyejuk hangat berai rambut-rambut matahari
Amblas meresap bumi membasah tanah melubuk tampil menghidupi
Menyundul bangkit segala cambah menanda penghidupan membangkit generasi
Menampil senyum pada segenap ruas pokok, cabang, ranting dan dahan-dahan
Sebagai tunas-tunas menguncupi dedaun menyegari gairah bunga-bunga
Mekar meruangi putik-putik berjelaga
Hak hidup ditandai

Laju menanda peraduan tanah-air
Berlanggam tenang bersenda diam
Anggunnya menyimpan daya berkelit-kelindan menyembunyi gundah
Meraut muka berbinar cahaya emas memerah tembaga
Meliuk-riuh tari-tarian kehidupan
Teduh teguh menyamudra
Luas dan kedalamannya nyaris tanpa batas
Keniscayaan hidup ditandai

Disorong hangat rayap buai sapuan matahari disangga panas bumi
Mengasap bubung dituntun rambat laju angin
Menaik takik jenjang-jenjang tangga meninggi menuju awang langit
Bersatu-padu menggumpal awan membongkah menggunduk
Merambat pasti menarikan bayang-bayang sampai di kaki-kaki langit
Semburat melolos pencar-pencar sinar alam
Membersit berkas-berkas sorot cahaya semesta
Mengolah sejuk, dingin, panas dan kehangatan
Menggerah badan
Menyangga ruh
Membangkit jiwa
Menampi harapan
Berterang-panas atau bergerimis-hujan bukan pilihan
Guratan hidup ditandai

Diunggah-gugah tarian kilat
Beriring talu irama lecut petir, hentak guntur dan gelegak guruh-menggemuruh
Meluruh sontak mengurai gumpal membuyar awan menghamparkan rata
Gerah menggelayut basah membasuh raga
Menabur tempias memasti ruah
Meliuk lurus gemulai memanjang
Disangga angin menadah timpa
Berbagi basah menyemarak segar
Menisik semerbak harum memahkotai rekah muka bumi
Mewangi bunga-bunga jagad raya
Memasti kelangsung hidup

Cinta dan kasih-sayang ditandai

(Jogyakarta, 11 Pebruari 2013)

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: