Tinggalkan komentar

Puisi Agus Wepe: Wanita Purba

WANITA PURBA

Puisi Agus Wepe

kita tak akan memberi makan kuping-kuping
dengan lidah yang tak pernah mengenyangkan;
kita tak akan melayani bibir-bibir sumbing
yang rindu pasal-pasal sumbang kebenaran;
kugenggamkan padamu sekeping batupercik
yang kutetak dari kamar-kamar bumi, agar
kau mampu berjalan seiringku, memantik
secercah dian hingga menjadi terang suar;
berangsur aku mengumpulkan ranting-ranting,
menjaga kobaranmu meski lepuh, menggali
tanah merah dan membakar lembaran genting,
sebelum gugur kepada bumi debuku kembali—
maka kini kunobatkan engkau, wanita purba,
yang telah melahirkan arca-arca pujipuja
tempat anak-anakmu tanpa henti menghamba,
meski dengan semribit wangi ratus sahaja;
aku bukanlah nama yang harus kauwariskan—
engkau, setetes iman yang resap kaususukan.

Lerengpakuwaja, 28022013

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: