2 Komentar

Puisi Aant Subhansyah: Kesedihan

KESEDIHAN

Puisi Aant Subhansyah

ada sebatang pohon yang tak dimengerti oleh musim,
aku menyebutnya “kesedihan”

dia tumbuh, merambati angin, mengagapi-gapai ruang kosong,
tak bertumpu

tapi dia tetap memberi hijau pada udara,
“aku berhutang budi pada matahari”, katanya

***Jogja 2012

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

2 comments on “Puisi Aant Subhansyah: Kesedihan

  1. Deep…terasa betul atmosfir sedihnya. Saya awam, dan biasa berkubang di riak kedangkalan. Sekarang saya merasakan kedalaman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: