Tinggalkan komentar

Puisi Sri Sulandari: Merah Rinduku Semerah Bantalku

MERAH RINDUKU SEMERAH BANTALKU

Puisi Sri Sulandari

Mengulum senja yang hampir habis merahnya
mengedar tatap ke segenap pojok ruang
remang
dingin

Teronggok bantal merah, menyendiri di sudut pembaringan
merahnya kini telah begitu pias dan basah airmata
hangatnya kini telah begitu luruh dalam sentuh penantian
telah tertumpah segenap ingin
telah terlontar seluruh hendak
bermuara
berhenti, hanya di bantal ini
kutelisik suaramu lewat dekapku (bantal)
kucumbu segenap bayangmu lewat belaiku (bantal)

Bantal merah, bantal cinta
jadi penyaksi atas luruh rinduku padamu
yang tak terhenti, tak bertepi.

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: