Tinggalkan komentar

Puisi Aant Subhansyah: Naskah Lama

NASKAH LAMA 

Puisi Aant Subhansyah

Naskah lama yang terkunci dalam ulu hati bumi
masih lekat dalam serat mawar yang berwarna darah
sekian lama menunda kata,
memaknai rindu, anugrahNya yang dekat

naskah itu ditulis dengan tetes embun dari pucuk ilalang tertinggi,
lalu sengaja dihindarkan dari terik matahari
agar beningnya abadi, dan
kesejukannya terus mengaliri arteri kita

tapi alam bergolak, dan kita larut dalam pemujaan artifisial
sepanjang musim yang membantai-bantai
hingga,
naskah itu menjadi berhala

kini, kubuka kembali naskah itu,
dengan kapak Musa

(Kesedihan adalah selembar daun yang tak dimengerti oleh musim)

***

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: