Tinggalkan komentar

Puisi Angger Jati Wijaya: Tentang Malioboro

TENTANG MALIOBORO

Puisi Angger Jati Wijaya 

Telah berulang kali kutulis di sini
Tentang pertempuran abadi
Yang meruang sepenuh hari-hari
Tanpa pemenang tanpa panji-panji

Tapi siapakah yang masih saja merasa
Kehilangan masa lalunya di sini
Di sudut keremangan pohonan
Jalan-jalan tak bertepi
Yang kemarin masih menjadi tempat sesaji
Kini tinggal pemandangan mesum
Dan para penyair yang membakar-bakar puisi

Entah kota ini hendak berkemas ke mana
Pijar merapi yang membatu di ujung tugu
Gelombang laut yang mengirim isyarat
Lewat mimpi petualang dan angin selatan
Tak mampu lagi membangkitkan kembang-kembang

Tinggal para pelancong dari negeri tak bernama
Yang masih setia menghabiskan sisa malam
Sambil mengenang setiap tikungan jalan
Dalam ketipak tukang kendang
Yang tak pernah selesai
Menyuguhkan sebuah tarian

Yogyakarta, 2000

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: