1 Komentar

Puisi Susan Gui: Menari

MENARI

Puisi Susan Gui 

Pada tengah malam buta, untuk rasa yang tidak aku mengerti. Ambilkan racun atau sebilah pisau, kuminta dengan tulus. Tarik satu guratan perih pada urat-urat nadiku dan biarkan aku menjadi orang yang mengalah untuk takdir yang tidak kita mengerti.

Itu tidak akan membuatmu seperti pembunuh, karena kau sudah lama membunuh jiwaku yang terlalu mempercayaimu atas takdirku sendiri. Yang perih adalah kau terasing atas pilihanmu sendiri., jangan Tanya tulisan apa ini. apa kemudian penting soal hal-hal yang ingin kubicarakan?

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

One comment on “Puisi Susan Gui: Menari

  1. hmmm, muram sekali nuansa puisinya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: