1 Komentar

Pemandangan yang Bagus – Cerpen Faiza Yanti

PEMANDANGAN YANG BAGUS

Cerpen Faiza Yanti

Hmm.. Kenapa raut mukanya selalu seperti itu?
Saban kali ku bersua dengannya.

” Kamu lagi ngapain? ”
” Nggak ngapa-ngapain. ”
” Kok kamu nggak nanya?
Kamu nggak pernah mau tahu nich? ”
” Tahu apa?
” Kenapa? Aku suka menemuimu. ”
” Nggak perlulah.. ”
” Emang kamu sudah tahu alasannya? ”
” Nggak tahu. ”
” Trus, kenapa kamu nggak nanya? ”
” Nggak penting. ”
” Jadi, kamu nggak senang nich? ”
” Senang. ”
” Lalu, kenapa ekspresimu selalu seperti itu? ”
” Lantas, harusnya seperti apa? ”
” Yaa, paling nggak! Tersenyumlah.. ”
” Emang kalau senang itu harus selalu tertawa ya.. Atau selalu tersenyum, gitu?
Dan, kalau sedih harus ditunjukkan dengan menangis yaa? ”
” Nggak selalu seperti itu juga sich. ”
” Ya sudah.. Berarti nggak ada masalah, kan? ”
” El.. ”
” Apa? ”
” Masih memikirkan dia? ”
” Iya, padahal aku telah terbiasa dengannya. Kenapa begitu cepat dia pergi? ”
” Entahlah?
Apa kau menyukaiku, El? ”

” Kenapa bertanya seperti itu? ”
” Hanya ingin tahu aja. ”
” Lumayan, paling tidak! Aku nggak pernah sampai ingin mengusirmu dari hadapanku, setiap kali kau datang. ”
” Apa kau pernah memikirkanku, El? ”
” Kadang-kadang. ”
” Tentang apa itu? ”
” Kalau nggak ada kabar darimu. ”
” Cuma itu? ”
” Sampai saat ini, yaa.. Rasanya hanya itu. ”
” Susah sekali untuk bisa membuatmu dan melihatmu tertawa ya, El. ”
” Nggak juga, gampang kok! ”
” Benarkah? ”
” Iya.. Kamu aja yang belum tahu celahnya, atau belum pernah melihatnya. ”
” Kalau itu kejadian, pastinya itu suatu pemandangan yang bagus. ”
” Apanya? ”
” Senyumanmu. ”
” Belum tentu, bisa juga akan tampak aneh. ”
” caranya? ”
” Cara apa? ”
” Membuatmu senang, dan tersenyum. ”
” Kehadiranmu sudah bikin aku senang. ”
” Masa? Tapi, aku nggak pernah lihat kamu tertawa atau pun tersenyum. ”
” Yang penting aku senang. Itu yang terpenting, bukan? ”

” Sudah berapa lama kalian bersama, El? ”
” Tiga tahun. ”
” Oh, bukan waktu yang sebentar ya. Sepertinya aku harus membutuhkan waktu yang lama untuk menghilangkan bayangannya dari benakmu. ”
” Kamu bicara apa? ”
” Bukan apa-apa, sudahlah.. Asalkan kamu sekali-kali saja mau memikirkanku, itu sudah lebih dari cukup untukku. Dan kamu hanya perlu menolehkan kepala, percayalah! Aku selalu ada untukmu, El. ”
” Kata-katamu bikin haru, terima kasih. Bolehkah aku menangis? ehehe… ”

Kulihat kamu tertawa kecil. Kamu tahu, El! Itu pemandangan yang bagus.

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

One comment on “Pemandangan yang Bagus – Cerpen Faiza Yanti

  1. sebagai cerpen memang cukup pendek dan dialognya menarik, namun saya lebih senang bila bukan hanya dialog saja, tetapi ditambah gambaran ekspresi wajah dan gerak-gerik bahasa tubuh yang mendukung dialog itu. Kalau hanya dialog rasanya pas bila di jadikan sandiwara radio.Tetapi itu hanya pendapat saya. Mungkin rekan lain berpendapat lain, namun saya suka cerpen itu.
    salam kenal dari saya oldman Bintang Rina.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: