Tinggalkan komentar

Puisi Angger Jati Wijaya: Di Keruh Arus Kali Menulis Kerinduan

DI KERUH ARUS KALI MENULIS KERINDUAN

Puisi Angger Jati Wijaya 

Mengingat kembali kampung halaman yang hilang
Juga alamat kerinduan pada sahabat lama
Bersama jejak kaki yang tertinggal di tikungan
Di mana kenangan itu dahulu dituliskan

Tanah lapang tempat kita biasa bermain layang-layang
Terkepung plaza-plaza dan papan iklan
Sedang angin senja yang mengantar kupu-kupu melipat alang-alang
Semilirnya tak lagi bangunkan bulan

Lalu kepada siapa cerita lama hendak dikabarkan
Pada bening air kali tempat bidadari mencuci selendang
Keruhnya kini penuh racun kimia dan aroma pestisida

Maka biarkan kerinduan itu menjadi berita kehilangan
Mata air kehilangan ikan-ikan
Sawah ladang kehilangan suara belalang malam
Anak-anak kehilangan cahaya bulan
Dan telah begitu lama kita kehilangan wajah kemanusiaan

Yogyakarta, 2010

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: