Tinggalkan komentar

Puisi Restoe Prawironegoro Ibrahim: Tentang Bulan Purnama yang Kepompong

TENTANG BULAN PURNAMA YANG KEPOMPONG

Puisi Restoe Prawironegoro Ibrahim

gembalaku bison kuku runcing, kulit karet
tanduk perunggu purba, mata merindu telaga
lahir dari keping-keping padas perbukitan
bergulingan di tebing-tebing sepanjang tik tok jam
berlarian mengejar awan, mengoyak angkasa
anginku pasat kering bertebaran landak
bertiup dari rongga-rongga bukit karang
menikam musim, menyusut mangsa
telagaku rimbu menebar darah amis
mengalirkan jiwa bagi bukit karang
menantang srigala bulan purnama
bukitku alam kepompongku
menyusuri musim demi musim
menembus hati demi hati

kramat sentiong, 08 September 2012, Jakarta

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: