Tinggalkan komentar

Puisi Okti Muktini Ali: Lelaki Kecil yang Menangis

LELAKI KECIL YANG MENANGIS  

Puisi Okti Muktini Ali

Jelang malam awan kelabu tak ada warna jingga dan siluet-siluet daun bambu
Lengking jengkerik, auman anjing, burung hantu dan semua paduan suara binatang
Tak bisa tandingi suara tangis lelaki kecil di tebing Kali Malang
Busung perut tiga hari tak makan emak bapaknya tak pulang-pulang

Lelaki Kecil sendiri dalam rumah kardus mie
Tubuh mungil selayak tulang dililit kulit
Menggigil atis dalam harap dan penantian tak pasti
Tetap menunggu seperti pesan atau keluar mencari-cari

Hujan  reda setelah tiga hari turun tak sudah-sudah
Disingkapnya huma doyong masih dengan mata yang basah
Tujuh hari lalu adik bayinya mati, di tanam di bawah rumpun bambu
Tanpa upacara hanya doa para malaikat dan hujan air mata kakak ayah dan ibu

Rimba belantara ibukota sisakan kesepian dan nestapa penghuninya
Lelaki kecil yang menangis tidak tahu
Bahwa di jarak tak lebih dari kilometer lima tempatnya tergugu
Beramai-ramai orang menemukan jasad emak-bapak yang tak bertanda

Yogyakarta, 20 Desember 2011

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: