Tinggalkan komentar

Unkonvensionil Ke Sanggau – Catatan Martin Siregar

“Om kemarin malam sampai dirumah”. Terdengar Anggie senyum gembira:”Gimana Om di Pontianak ?”. Sukses ?. Hus !! Nantilah kita ngobrol, Om mau bawa 10 buku untuk Anggie jual seputaran Sanggau.”Oke…oke, Anggie tunggu Om di Sanggau. Beginilah pembicaraan dengan Anggie jam 8 pagi kamis, 7 november. Sebenarnya badanku masih capek perlu istirahat sepukul sebelum unkonvensinil merambah ke Sanggau. Tapi, daripada tertunda tunda lebih baik aku paksa phisik sesegera mungkin bergerak. Supaya target tercapai dan aku bisa save siapkan diri tuk launching dan bedah buku babak ke II di Pontianak.

Sepanjang perjalanan ke Sanggau sekitar 20 Km nampak warung kopi agak ramai orang. Mungkin dalam kondisi murung hati kesal karena tak bisa noreh karet hampir  2 minggu. Katanya waktu aku di Pontianak hampir tiap malam hujan deras membuat batang karet basah kuyup tak bisa ditoreh. Kalau ditoreh getah tidak mengalir dengan baik alias terbuang ke tanah. Kasihan orang desa, nasibnya ditentukan oleh curah hujan, Dan, seandainya kondisi duduk di warung kopi dilihat oleh orang kota yang tak ngerti masalah, seenaknya tuduh:”Lihatlah orang desa”. Malas kerja hanya tahu duduk di warung kopi.

Dekat Sanggau terasa perut lapar, aku parkir sebentar di kedai kecil makan gorengan dan kopi. Kutelepon 3 kekasih hati mumpung signal bagus tak macam signal di desa kami. Aku hanya bisa ngobrol dengan Aya Balikpapan. Dian Balqis (Jogya) tak angkat telepon, Eki Reizki (Purwokerto) suara tak jelas.”Sehat ?…Pak Martin sehat?” Aya terkesan bahagia“. Aya..Suara aku tak seram Kan?”. Si Aya tempo hari bilang suaraku seram, kali ini Aya hanya:Hua…ha…ha…Sangat lembut suara Pak Martin Hua…ha…ha..Aya baru sampai di kantor. “Pokoknya… Aya produktif menulis tidak patuh sama EYD”. Mampuslah aku ini, kuajar anak orang masuk ke jalan yang sesat Hua…ha…Ngak apa Pak Martin, Aya setuju sama sikap Pak Martin. “Okelah…Aya, aku sedang di Sanggau mau jumpa Anggie ajak jual buku”. Doa Aya tuk kesuksesan bukuku ya..”. Ddaaaggg…Aya”. Bye…Hati hati ya…Martin.

Kutelepon Anggie.”Aku sudah sampai di tempat”. Entar ke Mandiri kemudian lanjut ke kantor pos kirim paket buku”, Anggie terkejut:”Waduh !! Anggie baru selesai belanja dan belum mandi”. “Santai saja Anggie, nanti kalau Anggie sudah sampai kantor pos, misscall aku. “Oke..Om.

Urusan di Mandiri tidak begitu lama dan terpaksa aku duduk mengamati para nasabah hilir mudik sambil tunggu telepon Anggie. Di credit union kampung kami banyak nasabah datang pakai sepatu bot bawa jarai dan parang. Memang terkesan milik rakyat yang belajar ngatur keuangan keluarga dikunjungi sebelum/sesudah pulang/pergi ke kebun/ladang masuk/keluar lembaga ekonomi yang bernama credit union. Seandainya credit union menyebar luas dimasyarakat (mungkin) secara kongkrit  tercipta kondisi masyarakat yang semakin sejahtra.

Di kantin samping kantor pos, sambil minum jus aku keluarkan harta benda.:”Ini lembar iklan yang ada di majalah”. Kita bikin amplop unkonvensinil dari kertas iklan yang cantik. Ini cutter, lem kertas, gunting.  Ini kertas promosi (resensi dan harga buku) yang kita masukan ke amplop unkonvensinil. “Yah,…Jadi cantik ya..Om, amplop yang dibuat dari kertas iklan. Hua…ha…ha…Aku bahagia dapat pujian dari Anggie. Anggie sibuk bikin amplop, aku sibuk nulis keterangan pada lembar promosi.

Sesuai dengan pembicaraan kita tempo hari, Anggie akan tawarkan bukuku ke sasaran majemuk. Ke orang Nadathul Ulama yang concern nulis, Muhamadyah dan keuskupan Sanggau. “Oh..ya, Om aku ada kenal ibu wakil direktur show room mobil” dia orang Cina. ”Ngak apa… Anggie tawarkan saja buku ini”. Siapa tahu dia tertarik. “Iya…Om, dua minggu ini Anggie usahakan jual buku ke kawan kawan yang cinta baca tulis.”Nah!! Om Kan minta sukarelawan sales bukunya Om”. Si Anggie langsung ngerti:”Ah!! Om tak usah bayar biaya marketing lah”. Anggie suka ngerjakan tugas ini. Dapat foto copy dari Om, Anggie sudah senang. Pokoknya Anggie harus tekun dan produktif menulis atas dukungan Om. Itu saja yang Anggie harapkan.

Memang aku fotocopy beberapa artikel menarik untuk Anggie. Bab I Meditasi Katolik serta Bab I – II

Buku Enam Pertanyaan tentang Sastra Indonesia karya Ignas Kleden sengaja aku fotocopy untuk Anggie.

Beberapa kawan pembeli bukunya Om kalau bisa catat no Hpnya. Setelah (kira kira) 2 minggu Anggie tanya komentarnya tentang buku yang kudus itu (he..he..he..). Lalu tawarkan acara Bedah Buku undang Om tuk bicara segala aspek yang berkaitan dengan buku tersebut. Ingatkan mereka bahwa untuk undang Om bedah buku sama sekali tidak dikutip bayaran. Yah,…kita semacam beramah tamah sambil membicarakan proses Om menerbitkan buku.

Dari sinilah secara berlahan kita bentuk Kelompok Cinta Nulis di Sanggau. Secara berlahan berdasarkan dialog partisipatif kita susun jadwal pertemuan secara rutin. Nampak Anggie mengangguk angguk:”Yah,…Mudah mudahan mereka mau. Aku tahu kebimbangan Anggie:”Anggie non target, kalau mereka tak mau, Yah,..tak apa apa. Anggie saja secara pribadi intens dialog dengan Om tentang menulis. Supaya Anggie produktif menulis. Anggie nampak terharu tundukan kepala memainkan jari kukunya:”Iya…Om”.

8 november

syukurlah 20 eks buku sudah sampai ke Udek

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: