Tinggalkan komentar

Puisi Rudi Heru Suteja: Tentang Bumi yang Tenggelam

TENTANG BUMI YANG TENGGELAM

Puisi Rudi Heru Suteja

Air kali merembes turun menuju sawah
Lalu singgah di atas permukaan tanah
Kemudian berpendar mencari rumah
Dan akhirnya masuk ke rahim bumi yang bongkah

Wajah gelombang bergetar
Menyaksikan benih-benih padi dan palawija
Tumbuh menjadi pilar-pilar berpijar
Dan gedung-gedung kaca bertulang baja.
Kakinya melepuh oleh panas aspal
Matanya berlendir merah coklat
Diterpa gugusan asap tebal
Menggurat sejarah Ibunda dalam kabut pekat

Tikus-tikus bergerak seirama
Membawa bakul-bakul penuh limbah
Memadati sudut-sudut kota
Bergerak naik menuju lembah
Lalu mengubur tangis bayi
Dikubur sunyi.
Ah, dimanapun burung berkicau
ngembangkan sayap
Maut tetap saja setia mengintai
Dan bumi menunggu bangkainya gemetar.

Yogya,1992

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: