Tinggalkan komentar

Puisi Hamzah: Surat Buat Emak

SURAT BUAT EMAK

Puisi Hamzah

Uap-uap dingin tak bertuan,
masih tega menyucuk tulang si penganggur
dan upah buruh yang cuma tujuh ratus perhari
ditambah uang lembur seratus rupiah per jam
tak cukup jadikan selimut kaki

Kemarin, telah rontok selembar nyawa
di buntalan rel yang mengkilat disiram bulan
pada tiga perempat malam purnama
demi memperebutkan beberapa keping ratusan
yang cuma cukup untuk sarapan esok pagi
atau sebungkus rokok penebus mimpi

Oala mak, mungkin besok atau lusa
untuk bermimpipun kita harus berantem

Cuma malam yang masih enggan beranjak

Jln.Solo 18 7 1992

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: