Tinggalkan komentar

Puisi Syam Chandra Manthiek: Talud Saluran Kencing

TALUD SALURAN KENCING

Puisi Syam Chandra Manthiek

proses perbaikan talud saluran kencing pasca banjir bulan ini masih bersifat darurat: untuk tahap pelaksana pembangunannya butuh dana segar,sepenuhnya kuserahkan pada wilayah otak merumuskan: rekonstruksi perencanaan dan agenda kerja juga hitungan bocor rembesnya proyek pengerjaan.

1

satu wilayah dada kugedor membuka anggaran,kucuran dana menetes seperti gerimis atau hujan: terserah tukang keruk cerdas manipulasi sistem budak akar nafsu budaya masal yang membusuk: menyumbat aliran darah, dan kelenjar syarat juga bayibayi urat nadi, sehingga bunuh janin hati nurani

2

waow, mitro klunun dan dewi pelacuran menangis”jogja jogja, hiks, hiks, hiks!” endonesiah, ajukanlah dana kepusat pembangkit birahi: bank bank dunia membuka selangkang birahi: “anggaran milyaran dollar ini prioritas untuk menang pemilu,dong. ngapain talud kali buntung dibangun? mampus aja kenapa?”

3

“hiks hiks hiks, aku dewi pelacuran! apakah aku tidak boleh ikut melahirkan keputusan,menjadi pahlawan hak membuka mata biar sampah airmanimu yang bernanah, dan menjadi virus mengerikan akibat mitro klunun, juga ulah para pejabat nakal negeri ini tak meledak bagai lumpur yang menggenang rakyat mati sekarat?”

4

“kami sudah mengagendakan musim hujan sebatas akal sehat saat ini memang musim kemaruk? musim dingin bagi binatang untuk segera mengkondisikan diri dalam hal perselingkuhan dan perkawinan silang,kawin kontrak, kawin suntik, kawin siri juga penggelapan biologis anak dan pengaburan ideologis!”

5

“otonomi wilayah kota hawa nafsu lebih penting, paramenteri bebas memilih istri sembilan, gubernur bisa diatur, bupati silahkan main mata dengan gaji para pegawai negeri yang setiap saat bisa saja kunaikkan itu! itu keadilan dan kesejahteraan rakyat telah kuajari bernyanyi dengan protes apapun tak peduli!”

6

o,sang suryatmaja asesirah mangsakala:dewi pelacur dan mitro klunun kalah tender talud saluran kecing, dan muksa dalam ujud nanah dan sengkala: “wahai,warga endonesiah yang berduka cita katakan: toh kita, masih saja senyum dan bersyukur dari kepedihan, kerna bencana bisa diserap lewat pelacuran ekosistem negara:ikuti bank dunia!”

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: