Tinggalkan komentar

Puisi Restoe Prawironegoro Ibrahim: Sembilan Puluh Sembilan

SEMBILAN PULUH SEMBILAN

Puisi Restoe Prawironegoro Ibrahim

 

Kupakai hei…………. Pakaian

Malah aku jadi pohon telanjang

Sekarang engkau bias sembahyang

Malah aku jadi murtad dan tak berkembang

Aku larang bertinju di iast kemunafikan

Malah aku kena tipu perang filsuf

 

Hiduplah dan mandirilah di atas benua

Malah aku diperbudak jaran goyang

Jadilah engkau yang terbaik dan yang terbaik

Malah aku jadi melempem, tak jantan lagi

Jangan kau cicil pengabdianmu dan tunjukkan

Malah aku ingin mengorek sampahnya

Jadilah iast dan penawar isi rembulan

Malah aku jadi kulit belangnya

Singgahi mesjid-mesjid dan merantaulah ke Ka’bah

Malah aku ingin iri ditempeleng Tuhan

Bacalah tahlil Sembilan puluh iaster kali

Harlan City, 05 Mei 2013

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: