Tinggalkan komentar

Puisi Eko Winardi: Stasiun Tugu

Puisi Eko Winardi:

STASIUN TUGU (1)

Senja itu di Stasiun Tugu
berat dan enggan tinggalkan kamu
tatap dan lambaianmu mengantarku
bersama derit roda, diatas rel berbatu
Sinar terang lampu kota yang terlihat dari jendela
berganti samar, bersulih bayang-bayang pepohonan
ditelan gelap malam
ditelan masa silam

***

STASIUN TUGU (2)

Subuh yang kurengkuh pun masih melenguh
kucari sejlirit senyummu yang membalut rindu
pada sederet kursi dingin di peron utara
bersanding kantuk penjaja bakpia
Hai kekasihku, aku datang
peluklah aku
dekaplah aku
aku rindu kamu

***

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: