Tinggalkan komentar

Puisi Simon Hate: Nyanyian Anak Nelayan

NYANYIAN ANAK NELAYAN

Puisi Simon Hate

dinyanyikan waktu musim hujan
di tengah laut
ombak bermain sampan 

Malam, berbulanlah berbintang
malam, bersinarlah benderang.
Kerna kelam, laut, tambah mencekam
kerna cekam, maut, kupilih menerkam.

Bernyanyilah ombak (pengasuh yang membesarkan):
Inilah kenikmatan,
di laut kita berenang.

(Ini hari aku berkata
penuh dan menyeluruh,
esok lupa aku bertanya
kusut dan menuntut,
lalu kusebut: kutuk.

Padahal,
di pantai; tepi laut,
arah penghabisan hanyut,
bintang tak berarti,

di waktu matahari)

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: