Tinggalkan komentar

Puisi Restoe Prawironegoro Ibrahim: Ketika Bumi Tidak Di Jamah Tangan Malam

KETIKA BUMI TIDAK DIJAMAH TANGAN MALAM

Puisi Restoe Prawironegoro Ibrahim

Bulan bersinar penuh berselendang mega ungu
Pada ranting kemboja ada bunga menawarkan warna
empat helai kelopaknya mengacu ke penjuru dunia

Ketika bumi tak hendak di jamah tangan malam
dan  kaki mentari meloncat-loncat di atas bukit
maka burung-burung mulai berjaga menyentakkan sisa mimpinya

Lalu terbang mencari bulan yang menjanjikan cinta
Sementara bulan yang ketakutan ditatap mentari
beringsut di balik semak mencari jati dirinya yang hilang
dan berselimut sisa malam diguyur embun kemarau silang

Catan, tan, Mei 2013

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: