Tinggalkan komentar

Puisi Eko Winardi: Antara Mamasa – Polewali

ANTARA MAMASA – POLEWALI

Puisi Eko Winardi

Subuh masih mengeluh
dan dingin menggigit tulang
walau badan berlapis selimut

Di puncak Gandan Dewata
kutancapkan kibar kemenangan
setelah mendaki seharian

Matahari mendekat di ubun-ubun
menuruni jalan berkelok liku
bergelombang dan berbatu Lepas

Lohor di surau Sumarorong
yang biasa disinggahi musafir

Mandar penduduk sedang menjemur padi
Gereja siloam berdiri di ujung tikungan
tercium harum wangi kopi dijemur orang
dekat kandang babi

Disini, di desa Kelapa Dua,
Polewali tercium lagi harum wangi kopi
tapi tidak ada kandang babi

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: