Tinggalkan komentar

Puisi Enggar Murdiasih: Kamar Lantai Duapuluh Tiga

KAMAR LANTAI DUAPULUH TIGA

Puisi Enggar Murdiasih

Cerana yang kau ulurkan kini teronggok muram
Usang dan berdebu, bertemankan laba laba
Di bibir jendela, kamar lantai duapuluh tiga
Seburam kaca yang mengalanginya menatap cakrawala

*****
Anggur yang kau tuang tlah lama mengudara
Sisakan seleret noda merah, dan sehelai karpet basah
Sepotong cerita dan remasan jemari menggigil
Dalam debur genderang jantung, degub sempurna
*****
Temaram lampu berona jingga, berbaur pagut
Hangat menjalar di ujung kelambu
Putaran jarum waktu berlari menjauh
Melesat, bagai tak hendak menunggu
*****
Dan kini, jambangan pun berhias bunga melayu
Tak hendak luruh, meski hari mengejar suluh
Kegelapan tlah luluh, menyusuri jantung kota yang gemuruh
Tak sisakan warta untuk sekedar berbagi keluh

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: