Tinggalkan komentar

Puisi Odi Shalahuddin: Pada Sepenggal Jalan di Rembang

PADA SEPENGGAL JALAN DI REMBANG

Puisi Odi Shalahuddin 

malam purnama, bulan bulat telanjang
tapi masih saja remang di jalan ini
yang tak sepi dari lalu-lalang truk-truk

 

angin laut membawa amis ikan
terhirup hidung menggoyang kepala
diiringi musik dangdut yang tak henti
berlomba dari warung-warung kopi
yang berjejer sepanjang jalan ini

 

ayo, lukis batang rokokmu
ngeblok? Garis benang?
Atau…
Membatik?

 

Tinggalkan ampas di piring
Beri beberapa tetes susu
Siapkan pena dari sebatang korek

 

Sambil menyeruput secangkir kopi
Menguatkan tubuh menahan rasa dingin
Memandang para perempuan muda
Memainkan pena

 

Atau minta ajari membatik?
Ah, jangan nakal menjelang tengah malam

 

Rembang, 18.02.11.

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: