Tinggalkan komentar

Puisi Umar Machdam: Tanpa Daun Sehelaipun

TANPA DAUN SEHELAIPUN

Puisi Umar Machdam

Sehelai daunpun
Belum tumbuh di batang tubuh
Sedangkan buah
Agak janggal
Menggantung di ranting kering
Panas terik tunas mengering

Ini memang hidup hari ini
Udara kuhirup dengan akar
Panas terik mengeringkan tunas
Dan hati kusembunyikan di onggok perbukitan
Pikiran kujerang dilaut bebas
Paru-paru kugantung diatas bintang
Jantungku mengembara
Dari bulan ke matahari

Hari ini aku hidup

9 April 1979

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: