Tinggalkan komentar

Elegi Esok Hari – Cerita Selsa Rengganis

ELEGI ESOK HARI

Cerita Mini Selsa Rengganis

 Dering HP membangunkan lelapku siang ini, hanya no tanpa nama yang muncul di layar.

” Ya hallo…” sahutku enggan.

” Lana…, ini aku, Sarah ” ufh…mengapa gadis itu menghubungiku, dengar namanya saja sebenarnya aku sudah malas. ” maaf, mengganggu Lana, tapi ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu ” Sarah memohon.

” Ok, lebih baik di rumahku saja ” jawabku enteng, tapi kepalaku di penuhi banyak tanya dari permintaan Sarah ini.

***

” Lana, maaf ya sudah ganggu waktumu ” sapa Sarah setelah kupersilahkan masuk ke rumahku.

” Ya.., langsung saja ke pokok persoalan deh ” sahutku agak ketus, terbayang di mataku bagaimana gadis ini pernah sangat menyakiti hatiku saat dengan angkuhnya berlalu dari hadapanku sambil bergandengan mesra dengan Indra, kekasihku waktu itu.

Indra lebih memilih Sarah dari pada melanjutkan kisah percintaan denganku yang telah di bina selama dua tahun itu. Yang lebih menyakitkan hati saat Indra memutuskan hubungan denganku di hadapan Sarah. Ufh… masa itu telah berlalu..

” Sudah sebulan ini Indra sakit Lana..” lirih kata kata Sarah, namun terdengar menggelegar di telingaku. Bagaimanapun aku pernah sangat mencintai Indra dan mempunyai mimpi mimpi indah bersamanya.

” Oh sakit apa ? ” sekuat hati aku menutupi rasa khawatir yang tiba tiba muncul.

” Dokter memvonisnya leukemia ” aku terperanjat… mendengar penjelasan Sarah. ” Tadi pagi dia suruh aku menemuimu untuk memintamu datang menegoknya ” lanjut Sarah lagi.

” Hmmmm untuk apa dia memintaku datang Sarah ” tanyaku lirih, masih terkejut dengan penuturan Sarah tentang penyakit Indra.

” Aku tidak tahu, cuma kusarankan secepatnya kau menemui Indra ” jawab Sarah tak kalah lirih.

***

” Lana, terima kasih kau mau datang ke sini ” sapa Indra saat pagi pagi aku sudah berada di samping ranjangnya di sebuah rumah sakit.

Aku mengangguk dan tersenyum. Indra menggapai tanganku dan menggenggam erat.

” Aku mau minat maaf Lana ” katanya lirih.

” Ind, tidak ada yang harus di maafkan kok ” jawabku mencoba mencandainya agar dia merasa nyaman.

” Aku bersalah padamu, aku pernah menyakitimu ” kata Indra tanpa mengindahkan candaku. ” Kau adalah kekasih yang baik, tapi aku menyianyiakan cinta tulusmu ” lanjut Indra.

” Ah sudahlah Ind, semua sudah berlalu ” sahutku dengan sekuat hati menahan air mata agar tak menetes di depan Indra. Aku tak mau menambah beban pikiran Indra.

” Sekarang yang penting kesehatanmu ya..? jangan pikirkan macam macam, kita sahabat selamanya Indra ” bisikku.

” Lana …” tangan Indra mengisyaratkan agar aku mendekat padanya. ” aku sangat mencintaimu, aku jadian sama Sarah karena orang tuaku mempunyai hutang budi pada orang tua Sarah ” kata kata Indra lirih namun serasa halilintar terdengar di telingaku.  Jadi selama ini dengan menjalin cinta dengan Sarah,Indra hanya ingin menyenangkan orang tuanya? Sungguh mulia hatimu Indra gumamku dalam hati.

” Indra, aku juga sayang padamu…., kita masih punya hari hari indah yang akan kita lewati bersama ” aku mencoba menguatkan hati Indra sesaat sebelum meninggalkannya.

***

Pemakaman Indra di hadiri oleh banyak kerabat dan sahabat sahabatnya. tak bisa dipungkiri memang Indra adalah orang baik dan ramah. Walau sedih dan merasa kehilangan, aku bersyukur sempat menemuinya sehari sebelum ajal menjemputnya dan mengetahui kejujuran hatinya bahwa dia masih mencintaiku. Ah Indra, sungguh hebat pengorbananmu, maafkan aku pernah salah menilaimu bisikku dalam hati.

Kepergian Indra dan pengakuan jujur di jelang ajalnya, masih menyisakan kesedihan yang sangat buatku. Namun hidupku harus tetap berjalan walau tanpa  Indra, orang yang mencintaiku dan tempat aku mencurahkan segenap cinta yang aku punya. Maka disinilah aku sendiri sekarang menatap cakrawala, dan menitipkan sebuah doa yang penuh harapan untuk hari esok…

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: