Tinggalkan komentar

Puisi YR Landung Laksono Simatupang: Bukit Bulan

 

BUKIT BULAN

Puisi  YR Landung Laksono Simatupang

Ia berjalan mendaki bukit. Daun-daun melambai tak dipandangnya. Orng-orang melambai tak dibalasnya. Para orangtua membisiki anak mereka, ia naik ke sana hendak menjemput ajalnya. Naga seribu cakar berkepala kerbau itu terlalu perkasa. Mustahil dikalahkan. Tapi setidaknya biarlah ia jadi lambang betapa keberanian kaum kita masih ada, kata tetua.

Ia sendiri tak percaya di puncak sana maut menantinya. Bahkan tak percaya naga berkepala kerbauatau berkepala apapun itu ada. Ia mendaki hanya buat menancapkan bendera. Benderanya sendiri, dari kain tenunan ibunya, berjantunghjati putih pada latar putih. Pesan leluhur yang semayam dalam darah dan dagingnya, leluhur yang menjelma dirinya.

Ia keki pada orang-orang yang memandang perjalanannya sebagai perjalanan kepahlawanan. Kepada hidupku aku setia,tak ada urusanku menjadi pahlawan bagi kalian.ia berkata dalam hati sembari melepasdengusnya.

Lima hari berlalu dan tibalah malam purnama. Orang-orang melihat di langit, di bawah bulan, ia berkelahi melawan naga berkepala kerbau berlidah panjang menjulur-julur memancarkan api berbisa, berkilapan sisik dan cakar-cakarnya. Mereka hanya melihat apa yang ingin mereka lihat. Maka mereka saksikan tubuhnya hangus mengabu seperti sejumput kabut yang sebentar berlalu.

Telah gugur pahlawanku,desah mereka sendu. Perempuan dan lelaki tersedu-sedu.di puncak bukit tak ada naga tak ada kerbau.ditatapnya rembulan. Lalu ia tancapkan bendera putih itu. Ia bersila di atas batu pelana, mulai mengatur napasnya. Sepasang mata melekat di pucuk hidungnya.sebelum itu ia meludah kuat-kuat.sengitia muntahkan muaknya padakawanan di bawah: Kalian selalu haus darah pahlawan demi berhala kehidupan semu kerumunan.

Ia tak sudi kembali.

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: