Tinggalkan komentar

Puisi Dwi Ningwang Agustin: Jelaga

JELAGA

Puisi Dwi Ningwang Agustin

Entah sudah berapa petang tak lagi kauseduh parasku
Bukan tanpa asa, bukan…
Lebih karena tlah kucadari tatapku dengan arogansi
Tak kuijinkan kau reguk lagi meski sekali tuang
Tak kurelakan lagi meski aku jalang dan kau belang

Kusudahi noda begitu kau mati nyali
Hei, kau… ya.. kau mati nyali!!!
Simpan saja cangkir godamu untuk para pencemburu
Kalungkan rayumu pada jemari-jemari yang mencekik lehermu

Aku selesai denganmu, dengan dosaku, dosamu, dan dosa kita
Jangan berani menyeduh lagi parasku….

6 November 2013 *untuk perempuan sunyi di terminal kota Malang

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: