Tinggalkan komentar

(Sinar Harapan, 1978) Puisi Linus Suryadi AG: Kota Kering

Puisi Linus Suryadi AG

KOTA KERING

Namun itu engkau bersaksi sendiri
Jikalau kota-kita kering sekarang
Dulu terpandang “sedap lan rumesep”
Tinggal kepul asap dan langit hitam

Ah, andaikata Kita memilih tenggang
Andaikata setiap langkah tertimbang
Mungkin gemuruh mesin jadi kurang
Dan udara sekeliling bikin krasan

Barangkali sesal diri kurang layak
Namun kenapa kecewa datang melucak
Astaga! Geriap-geriap setan itu
Menggasak masuk ke dalam Jagadku!

 

 

Sumber: Harian Sinar Harapan, 18 Maret 1978

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: