Tinggalkan komentar

(Zenith, 1951) Puisi Toto Sudarto Bachtiar: Kehilangan

Puisi Toto Sudarto Bachtiar:

KEHILANGAN

Kawan, relakan tenang dalam malam beledu
Runtuhan kering dan batu-batu
Gurun tua menurun hilang
Di bawah kaki terpijak kaku

Hati yang sisa
Menyusur irama lama
Di mana tersua bayangan paha
Gadis manis hilang di jalan

Dalam musim bunga layu
Dalam waktu lembut berduka
Dada kosong dalam kenangan
Diri hanya sepasi senyuman gersang

Cuma selagu
Suara bersarang dada
Antara celah paru-paru
Dan darah pedih tentang berlumuran

Ah, pengharapan lahir waktu bertemu
Tiang-tiang bulan madu detik nanti
Mimpi-mimpi sepanjang tangga malam
Cuma menyala sederhana

Tengah malam puja
Mengapung di gelora dada tak berdosa
Dalam serakan harum hembusan angin
Sendiri dan tak kunjung mati.

Sumber: Majalah Zenith, Nomor 3 Tahun I, Maret 1951, halaman 147

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: