Tinggalkan komentar

(Abadi, 1971) M Ryana Veta: Pertemuan dengan Sajak

Pertemuan Dengan Sajak

Oleh: M Ryana Veta

Banyak para penikmat sastra yang gagal dalam menikmati puisi-puisi Amir Hamzah, Sitor Situmorang, maupun Toto Sudarto Bahtiar. Saking kesalnya, seorang mahsiswa Fakultas Sastra IKIP merobek-robek papernya ketika ia disuruh salah seorang dosennya membiacarakn puisi Sitor “Malam Lebaran”. Kemudian seorang kawan saya, mengeluh karena ia tidak berhasil menemukan apa-apa dari sejudul sajak Toto yang bernama “Etsa” yang ia baca berhari-hari lamanya. Dan keluhan-keluhan tidak mengerti sajak baik dari para penikmat sastra maupun dari sesama penyair lainnya mungkin akan terus menerus terjadi.

Sajak dan Penyair

Pelajaran apakah yang dapat kita tangkap dari peristiwa di atas?

Inilah masalahnya. Kita sudah mengetahui, bahwa setiap karya seni tidak terkecuali puisi (baca; Sajak) merupakan hasil perwujudan pengalaman-pengalaman batin seorang manusia yang sangat pribadi sifatnya dan mengandung kebenaran-kebenaran yang pribadi pula.

Puisi yang kita ketahui sebagai suatu cabang seni yang menggunakan simbol-simbol bahasa sebagai mediumnya, juga tidak bisa dilepaskan dari perwujudan totalitas pengalaman seorang manusia sebagai hasil dialognya dengan lingkungan hidup sekitar. Dan pertemuan kita dengan puisi pada hakekatnya adalah pertemuan antara dua pengalaman manusia yang saling isi mengisi. Dan dalam pertemuan seperti ini , maka yang disebut sebuah sajak itu komunikatif adalah dalam pengertian, bahwa sebuah sajak yang kita nikmati memberikan tempat kepada pengalaman-pengalaman hidup ini.

Pengalaman seorang penyair mungkin akan memberikan kesamaan dengan  pengalaman yang pernah kita jalani. Atau antara dua pengalaman itu, walaupun berbeda tapi memiliki kesamaan-kesamaan nilai-nilai yang esensil dalam sifat-sifat manusiawinya. Sebab semakin menyatu pengalaman sang penyair lewat sajak demikian dengan pengalaman diri kita, maka semakin tergodalah kita oleh puisi itu.

Memahami Sajak

Jadi dimanakah letaknya ketidak berhasilan kita dalam memahami sebuah sajak?

Saya pikir persiapan batin adalah modal utama.  Disamping kita dituntut pula untuk mengetahui dengan baik pengetahuan teknis tentang kesenian pada umumnya dan sastra pada khususnya. Saya punya keyakinan, bahwa kadar komunikatifnya sebuah sajak banyak ditentukan oleh kadar persiapan batin yang dimiliki oleh penikmat-penikmatnya.

Di samping itu pula saya percaya bahwa sebuah puisi yang baik akan selalu komunikatif. Dan hanya karena sifat-sifat kita yang terlalu zakelik-lah yang kadang-kadang bisa menimbulkan kegagalan kita dalam menikmati puisi.

Sehubungan dengan itu, Coloridge, penyair romantik Inggris berkata:

Sebuah sajak tidaklah perlu mudah atau gampang dimengerti karena tidaklah dimaksudkan supaya populer. Cukuplah kalau   sebuah sajak itu dimengerti oleh beberapa orang tertentu saja.

Tentunya ucapan Coloridge ini bukan hanya sekedar masalah puisi itu radiusnya hanya terbatas pada orang-orang tertentu saja. Pintu kenikmatan puisi akan selalu terbuka bagi setiap orang – asal orang tiu sendri  mau merenungi kehadiran puisi-puisi di tengah-tengah kesibukan dan kegalauan hidupnya. (Lebak Soto 1971)

Sumber: Harian Abadi, 6 November 1971

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: