Tinggalkan komentar

(Indonesia, 1951) Puisi Sobron Aidit: Bagi yang Tidak Mengerti

Puisi Sobron Aidit:

BAGI YANG TIDAK MENGERTI

Sedungu dan sekelu itu dia menjalani benuanya
membuat kami berani berkata
tenang-tenang kukatakan dalam dirinya:
tahu tuan, dari mana kami ini?

Dan dia mematungkan diri di keleluasaan padang
dari jauh tampak – mata kami yang melihatnya dengan sayu
berlari bangsa jenisnya merebut arca itu, arca emas
lagi kami bertanya: tuan, sudahkah tuan merantau di benua kami?

Berebutan bangsa jenisnya berpeluk
arca hitam, arca emas – sampai batas
dimana dia melahirkan putri, melahirkan putra
sedang kami menantu untuk membawanya ke kedua kutub

dan dia tidak mengerti
lagi kami membuka suara: tuan, benua apa di sebelah benua ini
yang paginya dan malamnya selalu bercahya
dan tidak juga tuan kenal
tidak tuan mau kembali berjumpa lama.

Sumber: Majalah Indonesia, Nomor 6 Tahun II, Juni 1951, halaman 31

About Kumpulan Fiksi

Blog ini bertujuan untuk menghimpun dan berbagi karya-karya fiksi dan yang terkait. Karya fiksi diantaranya cerita pendek atau cerpen; cerita bersambung atau cerbung; novel; dan puisi. Tulisan lainnya berupa resensi atas karya-karya fiksi, profil pekerja seni, catatan atau ulasan yang terkait dengan penulisan, dan sebagainya. Rubrik masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bisa menjadi ajang untuk melatih diri berkarya, dan berharap pula bisa meramaikan jagad sastra Indonesia. Jadi, bila anda memiliki karya, tidak usah meragu untuk mengirimkan karya anda ke: kumpulanfiksi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: